Tag Archive for: Tempat Wisata

Paloh Naga, Nikmatnya Makan di Pinggir Sawah

Paloh Naga, Nikmatnya Makan di Pinggir Sawah

Akurasi.id – Hamparan sawah dengan tanaman padi yang hijau dan berbaris rapi selalu jadi pemandangan yang menenangkan hati. Rasanya menyenangkan bisa menikmati suasana itu. Apalagi sambil menikmati kuliner khas nusantara. Nikmatnya makan di pinggir sawahSeperti itulah suasana di Paloh Naga. Tempat wisata yang berada di Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara ini bernuansa alam pedesaan. Uniknya pembayarannya dengan kayu. Kok bisa?

Dilansir dari idntimes.com, Rabu (21/07/2021) berkesempatan mengunjungi daerah ini dan akan menceritakannya kepada kalian bagaimana nikmatnya makan di pinggir sawah selama mengunjungi tempat wisata tersebut. Yuk, simak!

  1. Pembayaran pakai kayu, dengan harga Rp2 ribu

Menariknya untuk wisata kuliner ini dalam tahap pembayaran yang diberlakukan dengan kayu, berbentuk petak dengan tulisan “PTPN (Pasar Tradisional Paloh Naga) Kampung Lama.” Jadi, untuk satu kayu dihargai Rp2 ribu.

Wisata sawah dengan nuansa pedesaan juga memiliki banyak spot foto yang membuat pengunjung bisa mengabadikan berbagai momen.

  1. Ada sebanyak 38 stand pedagang dengan aneka makanan khas nusantara

Wisata kuliner ini dibuka dari pukul 06.30 WIB sampai 11.00 WIB, dan hanya pada hari akhir pekan saja yakni Sabtu dan Minggu.

Tempat wisata kuliner ini, berjumlah sekitar 38 stand yang berdagang di tempat tersebut dengan bermacam aneka khas masakan nusantara. Terkhusus untuk sarapan pagi hari. Seperti cenil, lupis, nasi bakar, kue tradisional dan lainnya. Sedangkan untuk minuman ada es kuwut dan kelapa.

  1. Pedagang bisa menjual hingga 300 porsi dalam satu hari

Seperti Tukini (45) salah seorang pedagang di Paloh Naga yang menjual, menu nasi bakar dan nasi mercon. Menu ini dimasak oleh Tukini sendiri dan tersedia rasa ayam bakar, ikan teri, dan udang. Namun di hari Minggu ia berjualan nasi mercon (pedas) dengan rasa ikan laut yang merupakan ciri khas wilayah tersebut.

Tukini mengaku bisa menjual 100 hingga 300 porsi dalam satu hari. Untuk pembayaran satu porsi sebanyak 4 kayu, artinya Rp8 ribu.

“Biasa dalam satu hari, di hari Minggu mencapi 300 porsi dan Sabtu 100 porsi. Alhamdulillah terbantu. Selain di sini, kami jualan di rumah juga. Tapi bukan nasi bakar, sarapan pagi saja,” ucap Tukini yang sudah berdagang sejak Januari, saat dibukanya tempat wisata ini. (*)

Editor: Yusva Alam