Tag Archive for: Sama Nama Beda Wujud

5 Kuliner Jawa Sama Nama Berbeda Wujud

5 Kuliner Jawa Sama Nama Berbeda Wujud

Akurasi.id – Di Indonesia, terdapat banyak sekali kuliner yang memiliki wujud sama tapi berbeda nama. Sebagai contoh, masyarakat Minang menyebut kue cucur dengan panggilan kue pinyaram. Tapi berbeda dengan kuliner jawa, sama nama berbeda wujud.Berikut lima kuliner khas Jawa dilansir dari idntimes.com, Senin (19/07/2021) Meski sama nama berbeda wujud! Apa saja ya?

  1. Nasi liwet 

Nasi liwet versi Sunda dengan nasi liwet khas Solo punya perbedaan yang mencolok meski namanya sama. Nasi liwet Sunda punya lauk berupa ikan hingga ayam, yang disajikan bersama lalapan dan sambal.

Sedangkan nasi liwet Solo, punya ciri khas yaitu opor ayam, areh santan, dan sayur labu siam. Sebab itu, bila kamu singgah di kedua kota tersebut, jangan sampai salah kaprah ya!

  1. Gemblong

Wilayah Jabodetabek mengenal gemblong berupa kue manis yang berbahan dasar dari ketan dan kelapa. Sedangkan gemblong di Pekalongan terdiri dari ketan kukus dan klepon yang diberi kucuran gula merah. Pernah mencoba keduanya?

  1. Ledre 

Meski sama-sama menyertakan pisang. Ledre khas Solo dengan Bojonegoro berbeda! Di Solo, ledre terbuat dari beras ketan dan kelapa parut yang diisi dengan pisang. Bentuk ledre khas Solo sepintas mirip dengan kerak telor Betawi.

Sedangkan ledre di Bojonegoro, Jawa Timur, tak lain ialah kue semprong yang memiliki isian pisang. Mudah sekali menjumpai ledre yang ini sebagai oleh-oleh.

  1. Tempong 

Meski sama-sama wilayah di Jawa Tengah, nyatanya tempong di Temanggung dan Jepara berbeda lho! Tempong khas Temanggung sejenis gorengan yang terbuat dari tempe semangit dibumbui kemudian digoreng dengan tepung.

Sedangkan tempong khas Jepara umumnya dijadikan sebagai makanan atau lauk pendamping makan nasi karena berbahan dasar dari ikan teri yang dibumbui. Tempong khas Jepara juga punya nama panggilan lain yaitu blenyik.

Beda hal di Banyuwangi, ada tempong juga tapi berupa kuliner nasi yang dikenal masyarakat setempat dengan nama sego tempong. Dalam seporsi nasi ini berisi ikan atau ayam goreng, sayuran rebus, sambal, tahu dan tempe goreng.

  1. Gadungan 

Pernah dengar makanan bernama gadungan? Gadungan di sini bukanlah kosakata yang artinya palsu. Di Cirebon, gadungan sejenis jajanan tradisional berbahan singkong.

Sedangkan di Purworejo, gadungan berbahan dasar ketela yang diolah menjadi nasi. Atau biasa masyarakat menyebutnya sebagai nasi gadungan, yang umumnya disantap sebagai pengganti nasi dari beras.

Ada lagi yang mau menambahkan ragam kuliner khas Jawa yang memiliki kesamaan nama tapi berbeda wujud? Tulis pendapat kamu di kolom komentar, ya! (*)

Editor: Yusva Alam