Tag Archive for: Kuliner Jorok

Pedagang Kuliner Kaki Lima di India Jorok, Benar kah Begitu?

Pedagang Kuliner Kaki Lima di India Jorok, Benar kah Begitu?

Pedagang Kuliner Kaki Lima di India Jorok, Benar kah Begitu?

Walaupun terkenal jorok, namun ada juga kuliner kaki lima yang masih layak makan. (howtocookgreatcurry.com)

Akurasi.idIndia, dikenal sebagai negara yang kaya akan budayanya. Enggak sulit untuk menemukan monumen atau bangunan-bangunan bersejarah di negara beribu kota New Delhi itu. Salah satu bangunan yang jadi ikon negara India dan sering jadi tujuan wisatawan asing saat berlibur ke sana adalah Taj Mahal. Mestinya kita udah enggak asing lagi sih sama bangunan besar berkubah putih satu itu, soalnya memang udah sejak lama, sejak SD kita diperkenalkan dengan Taj Mahal lewat materi yang tertulis di buku-buku sejarah.

Tapi, selain dikenal karena budayanya, sayangnya, India juga lekat dengan predikat negara paling kotor, kumuh, dan penuh polusi. Ya, tiap negara pasti punya daerah atau titik kotornya masing-masing sih. Di Indonesia pun juga begitu. Cuma di India ini memang banyak spot atau tempat kotor tadi. Salah satunya kayak pedagang kaki lima jajanan khas India. Mereka membuka lapaknya di gerobak terbuka yang “diparkir” di pinggir jalan penuh polusi.

Meskipun enggak semua, tapi memang banyak penjual makanan di India yang kurang peduli soal kebersihan. Mereka woles saja ngaduk-ngaduk makanan pakai tangan, terus nerima duit pakai tangan yang sama, dan balik ngaduk lagi.

Suka atau tidak, dilansir dari hipwee.com, Senin (21/06/2021) menurut survei, orang India tuh memang pada dasarnya kurang peduli sama kebersihan. Public Health Association, mencatat kalau hanya ada 53% orang India yang cuci tangan setelah BAB, 38% cuci tangan sebelum makan, dan 30% sebelum menyiapkan makanan. Ya kalau melihat data penelitian itu sih, enggak kaget juga kalau banyak pedagang makanan yang mengaduk makanannya pakai tangan kosong. Mereka juga enggak cuci tangan dulu setiap habis terima uang dari pembeli, masih bisa dengan santainya kembali menyiapkan makanan untuk konsumen selanjutnya.

Pertanyaan kita mungkin sama, emangnya higienis ya? Kok yang makan enggak keracunan atau jadi sakit perut sih?

Hmm.. kalau cuma melihat dari proses pembuatannya atau dari lingkungan yang mengelilingi, mungkin street food di India kelihatan enggak higienis gitu. Tapi soal yang makan jadi sakit perut atau enggak, itu sebenarnya masih jadi pertanyaan besar. Mungkin ada yang jadi sakit perut, tapi mungkin jumlahnya enggak banyak. Buktinya masih banyak loh yang pada datang dan beli di sana. Apakah orang-orang India lebih kuat pencernaannya karena memang setiap hari sejak kecil terbiasa makan makanan yang kurang higienis? Entahlah…

Yang jelas, Institute of Hotel Management, Catering and Nutrition, Pusa, India pernah bikin penelitian dengan mengambil sampel beberapa makanan yang dijual di pinggir jalan Delhi. Hasilnya, banyak yang mengandung bakteri berbahaya.

Institusi perhotelan itu mengambil sampel makanan samosagolgappaburger, dan momos dari 5 pedagang berbeda di Delhi Barat. Para pedagang itu dipilih dari yang paling laris manis lapaknya. Hasilnya, banyak sampel makanan yang ternyata mengandung bakteri jahat penyebab penyakit, mulai dari bakteri penyebab diare, Staphylococcus aureus, sampai salmonella! Bahkan makanan yang dibeli di kawasan yang agak bersih saja, bakteri berbahaya masih bisa ditemukan.

Kalau kata peneliti yang terlibat, kemungkinan ya karena makanan itu dimasak pakai air yang kurang bersih, airnya sudah terinfeksi bakteri gitu. Eh, tapi tunggu dulu, soalnya ada nih yang bikin eksperimen serupa, dan ternyata hasilnya sampel makanan yang sudah diteliti di lab dinyatakan layak makan!

Dilakukan terpisah dengan penelitian di atas, ada juga orang yang penasaran sama higienitas makanan pinggir jalan di India. Kali ini penelitiannya tertulis di media The Guardian. Makanan yang jadi sampel dibeli dari pedagang kaki lima di Mumbai. Beda kota ya sama yang penelitian di atas. Buat gambaran, tempat jualan si pedagang itu ada di pinggir jalan penuh polusi dan debu, dekat juga sama stasiun kereta, belum lagi bus-bus dengan asap tebal enggak berhenti berlalu-lalang. Di depannya juga ada toilet umum. Komplit sudah.

Dan tahu enggak hasil lab dari makanan itu gimana? Kata penelitinya, makanan yang dibeli dari pedagang di atas masih dalam kategori layak makan. Katanya sih, mungkin dipengaruhi juga sama makanan yang dimasak sampai matang. Soalnya kan ada makanan India yang pakai sayur atau bahan mentah, bikin makin meningkatkan risiko makanan tersebut terkontaminasi bakteri berbahaya.

Ya, terlepas dari gimana proses pembuatan jajanan kaki lima di India, kita sebagai masyarakat Indonesia enggak bisa menghakimi begitu saja sih. Soalnya, bisa saja itu udah jadi semacam kultur di sana. Orang sudah terbiasa dan menganggap pemandangan itu sebagai pemandangan umum. Ini bisa jadi alasan kenapa lapak jajajan kaki lima di sana masih ramai pengunjung. Kita merasa jijik karena memang enggak terbiasa saja lihat yang begitu. (*)

Editor: Yusva Alam