Tag Archive for: Kuliner Banten

8 Kuliner Khas Lebak Banten untuk Oleh-Oleh

Akurasi.id – Provinsi Banten menjadi salah satu provinsi yang wilayahnya didiami oleh penduduk dari berbagai latar belakang. Selain karena kekayaan alam yang melimpah, Banten juga memiliki ragam jenis oleh-oleh yang amat disukai oleh penduduk sekitar maupun pendatang dari luar. Ini kuliner khas Lebak Banten.

Dilansir dari idntimes.com, Sabtu (07/08/2021), oleh-oleh yang paling disukai umumnya adalah oleh-oleh khas Kabupaten Lebak. Selain karena keunikannya, oleh-oleh ini juga tidak sulit ditemukan. Nah, kira-kira apa aja sih oleh-oleh kuliner khas Lebak Banten yang paling disukai? Yuk, kita cari tahu.

  1. Bakso ikan malingping

Kamu suka dengan kuliner, gak boleh melewatkan oleh-oleh satu ini: bakso ikan malingping. Oleh-oleh ini berbahan dasar daging ikan yang dioah sampai membentuk bola bakso.

Ditambah, bakso ini terjamin kualitasnya karena memang tidak memakai bahan pengawet sama sekali saat proses membuatnya.

  1. Emping melinjo dan keceprek

Keripik khas Lebak melinjo ini lebih tebal dari yang biasanya ditemukan di tempat lain, namun ukurannya bervariasi, ada yang lebar dan ada yang kecil. Proses pembuatannya pun cukup kompleks.

Melinjo, atau tangkil yang telah dipisahkan dari kulitnya kemudian dipanggang, dipipihkan dengan batu, dan dijemur. Keceprek juga terbuat dari melinjo, tapi tidak harus dipipihkan. Makanan ini cukup dihaluskan atau dikeprek sekali dan biasanya disajikan secara goreng ataupun remus kemudian dijual dijual goreng atau rebus.

  1. Leumeung

Oleh-oleh khas Lebak ketiga  juga berasal dari Malingping, yaitu Leumeung, makanan ini terbuat dari beras ketan dicampur kacang tanah, santan dan dipanggang di bambu. Keistimewaan yang menjadi daya tarik Leumeung ini adalah prosesi dan cara masaknya yaitu menggunakan bantu yang kemudian dibakar hingga kering. Pokoknya kalau lagi main ke Lebak, oleh-oleh khas ini harus masuk daftar list kamu, ya!

  1. Gula Aren Batok Khas Lebak

Oleh-oleh khas Lebak selanjutnya adalah gula aren batok. Jika melihat bentuknya, gula aren batok ini memang berbeda dengan gula-gula pada umumnya yang dijual di pasaran.

Gula batok khas lebak ini memiliki struktur yang lebih padat serta warna coklat tua yang lebih pekat. Kelebihannya, gula aren batok ini terbilang tahan lama, lho! Jadi kamu tidak perlu khawatir jika ingin menyimpan oleh-oleh yang satu ini dalam waktu lama.

  1. Opak

Jika berkunjung ke Banten, wajib untuk memboyong oleh-oleh yang satu ini. Yap, betul sekali yaitu opak lebak. Opak khas Lebak memiliki tekstur yang kering dan renyah seperti cookies yang sering dijumpai. Opak khas lebak juga terbagi menjadi 2 jenis yaitu opak ketan dan opak yang berbahan dasar singkong.
Opak biasanya disantap untuk penyajiannya dengan lauk nasi dan lauk pauk, makanan khas Banten ini biasa dihidangkan pada acara-acara perayaan di hari besar.

  1. Angeun Lada

Angeun lada merupakan kuliner yang dibawa oleh masyarakat Sunda ke daerah Serang bagian selatan, Pandeglang, dan kabupaten Lebak.  Biasanya hidangan ini disajikan saat hari-hari perayaan penting seperti hari lebaran ataupun acara yang cukup sakral.

Nama makanan ini merupakan gabungan dari kata “angeun” yang berartikan sayur dan “lada” yang bermakna pedas. Nah, dari arti kedua kata itu, kamu bisa menebak, makanan ini merupakan sayuran yang pedas.

Angeun Lada berbahan dasar babat sapi yang dimasak bersamaan dengan berbagai macam bumbu rempah-rempah. Sayur pedas ini bisa kamu temukan di warung-warung makan sekitar Banten.

  1. Kue Pasung

Oleh-oleh yang juga paling disukai di Lebak berikutnya adalah kue pasung. Bentuk dan  rasa kuliner satu ini unik loh. Sebenarnya kue pasung ini mirip dengan kue jojorong karena bahannya. Namun, jika kue jojorong dikemas dalam bentuk kotak, kue pasung dibungkus dengan bentuk corong.

Kue ini terbuat dari campuran tepung beras dan gula merah. Kue pasung memiliki dua adonan dengan bahan dan olahan yang berbeda. Adonan pertama dibuat dari tepung beras dan gula merah, sedangkan adonan kedua adalah campuran tepung sagu dan santan agar kue ini terasa lebih kenyal. Keliatannya lezat banget, kan?

  1. Gipang

List terakhir untuk rekomendasi oleh-oleh khas Lebak yang paling disukai adalah Gipang. Jajanan khas Banten ini juga cocok dijadikan sebagai oleh-oleh saat berkunjung ke Banten.

Gipang sendiri terbuat dari beras ketan dan gula, sehingga memiliki cita rasa yang kaya dan terkombinasi antara renyah, lengket, manis, dan juga gurih. Dijamin bakal ketagihan.

Aneka oleh-oleh khas Lebak di atas merupakan daftar yang bisa jadi referensi kamu ketika berencana untuk membeli oleh-oleh di Kawasan Kabuaten Lebak. Kira-kira yang mana yang kamu sukai? (*)

Editor: Yusva Alam

8 Rumah Makan Khas Banten yang Maknyus

8 Rumah Makan Khas Banten yang Maknyus

Akurasi.id – Banten merupakan salah satu provinsi yang unik lantaran memiliki banyak destinasi wisata yang sayang jika dilewatkan, mulai dari pegunungan hingga pantai yang indah. Berdasarkan letak geografisnya yang cukup luas, Banten memiliki banyak makanan khas yang berbeda dari daerah lain. Nah, kalau kamu lagi bingung mau makan apa, nih beberapa rekomendasi rumah makan khas Banten.Dilansir dari idntimes.com, Selasa (27/07/2021, berikut 8 rumah makan khas Banten yang wajib dicoba jika berkunjung.

  1. Sate Bandeng Hj. Maryam

Jika biasanya sate hanya berisi daging ayam, sapi, atau kambing, di Banten memiliki sate bandeng. Uniknya, jika Bandeng biasanya dikenal dengan durinya yang banyak sehingga banyak orang enggan memakannya, Sate Bandeng ini dijamin bebas duri, lho! Pasalnya, dalam pengolahannya duri ikan bandeng telah dikeluarkan dari dagingnya dan dicampur dengan berbagai rempah khas Banten yang tentunya patut untuk dicoba.

Nah, di kawasan Banten khusus di Serang akan banyak ditemukan warung makan yang menyediakan Sate Bandeng ini, bahkan biasanya Sate Bandeng dipajang di dalam etalase kaca yang bisa dilihat jelas.

Salah satu warung makan yang menyajikannya yakni Sate Bandeng Hj. Maryam di Jalan Kruju, Kaujon Tengah, Kota Serang, Banten. Disini, Sate Bandeng dijual mulai harga Rp. 30.000 saja!

  1. Makan angeun lada di Warung Makan Cep Udin

Dalam bahasa Sunda, ‘angeun’ berarti sayur dan ‘lada’ berarti pedas, sehingga jika diartikan angeun lada adalah sayur pedas. Kuliner khas Banten ini berisi sayur dan daging sapi berkuah bening dengan warna sedikit kemerahan yang memiliki cita rasa pedas.

Rasa pedas tersebut berasal dari serai, lalu aroma menyengat berasal dari lengkuas, kemiri, dan kencur yang dominan.

Sayur ini biasa disajikan pada hari-hari besar seperti Idul Fitri maupun Idul Adha atau untuk menyambut tamu pada acara-acara besar.

Salah satu warung yang menyediakan menu Angeun Lada yakni Warung Makan Cep Udin yang terletak di Jalan Curug Sawer, Pandeglang, Banten.

  1. Menikmati rabeg di rumah makan Rabeg Khas Serang

Rabeg merupakan makanan khas Banten yang merupakan akulturasi dari Arab. Makanan ini bahan baku utamanya adalah daging dan jeroan kambing.

Jika memakan Rabeg, Anda akan merasakan sensasi seperti makan semur dicampur tongseng, namun lebih kaya rempah-rempah.

Salah satu warung yang menyediakan rabeg adalah warung makan di daerah Magersari, Jalan Raya Serang-Cilegon, tepat di depan Rumah Tahanan Serang. Depan rumah makan itu tertulis “Rabeg Khas Serang”. Makanan ini dapat dibeli hanya dengan harga mulai Rp. 10.000 – Rp. 15.000 saja.

  1. Sate bebek di Rumah Makan Cindelaras

Mungkin masih banyak yang belum tahu kuliner satu ini merupakan khas Banten satu ini, tepatnya khas wilayah Cibeber, Cilegon, Banten.

Rasa yang nikmat, gurih, juga pedas membuat sajian ini selalu diburu wisatawan yang tengah mengunjungi kota industri ini.

Sensasi empuk pada sate bebek diolah dengan irisan sedang lalu dibumbui dengan rempah seperti bawang merah, bawang putih, gula merah, cabai, ketumbar, kunyit, kemiri, lengkuas, garam, serta merica dan diungkep hingga meresap.

Kamu tertarik mencicipinya, bisa berkunjung ke Rumah Makan Cindelaras yang ada di Jalan Jenderal Ahmad Yani Cilegon. Harganya pun tidak membuat kantong jebol, yakni hanya Rp. 15.000 saja.

  1. Ketan bintul di Pasar Lama, Kota Serang

Ketan Bintul biasanya dijadikan takjil saat berbuka puasa, penjual Ketan Bintul biasanya ditemukan di wilayah Pasar Lama, Kota Serang, terutama di lapak Haji Mamad yang sudah menjual panganan khas Banten ini sejak 1980.

Ketan bintul terbuat dari beras ketan putih yang ditumbuk hingga menjadi adonan padat. Untuk mendapatkan rasa gurih dan tekstur lembut, adonan ketan kemudian dikukus dengan campuran santan.

Harga satu porsinya dijual Rp 15.000 per bungkus. Jika ingin tambah empal, satu paket ketan bintul dan empal dijual Rp 35.000.

  1. Sayur besan di Warung Mpo Iyoh

Kuliner ini berasa dari wilayah Tangerang, Banten. Seperti namanya, Sayur Besan biasanya dibawa saat acara pernikahan atau istilahnya ‘ngebesan’. Sayur besan terbuat dari beberapa campuran bahan, seperti bunga tebu/terubuk, santan, dan rempah rempah.

Selain itu, ada juga bahan lainnya yang dicampurkan di dalam satu porsi makanan ini, misalnya saja kentang, kembang kol, dan soun. Sayur ini bisa dijadikan makanan pendamping atau dimakan langsung.

Bagi yang ingin mencicipinya, bisa mengunjungi Warung Mpo Iyoh terletak di Jalan Ir H Juanda, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Di sana Sayur Besan dijual dengan harga Rp 8.000 per porsi.

  1. Gecom

Makanan khas Tangerang, Banten ini terdiri dari tauge dan oncom yang diberi campuran bumbu rempah pilihan yang pastinya menggoyang lidah. Apalagi, gecom ini dicampur dengan kecap khas masyarakat Tangerang, yakni kecap SH.

Proses pengolahannya pun terbilang unik. Gecom diolah menggunakan wajan datar dan serok untuk meracik mie dan toge. Proses pengolahan menggunakan wajan tadi diberi nama “proses menggoreng” meskipun sebenarnya merupakan proses merebus tanpa banyak air. Mungkin bagi kamu yang belum terbiasa mengonsumsi makanan ini akan merasa agak aneh. Kamu akan merasakan rasa sedikit asam dan kental.

Bahan saus yang digunakan kebanyakan terbuat dari kedelai. Oncomnya dibuat dari bungkil tahu yang merupakan kedelai yang telah diambil proteinnya dalam pembuatan tahu. Makanan ini merupakan produk fermentasi yang dilakukan oleh beberapa jenis kapang. Setelah kapang menghasilkan spora, maka oncom dianggap matang.

  1. Berburu laksa Tangerang di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang

Kuliner satu ini cukup terkenal di Tangerang, Banten lantaran menjadi makanan khas yang wajib dicicipi jika berkunjung, khususnya di Kota Tangerang.

Berbeda dari laksa di daerah lain, Laksa Tangerang memiliki tekstur mie yang tebal dan kaku dan disiram kuab kuningnya yang menggoda selera. Jika ingin ditambah dengan topping, biasanya disediakan telor rebus bulat dan ayam kampung.

Untuk mencicipi Laksa Tangerang, bisa datang ke Kawasan Kuliner Laksa Tangerang di Jalan Mohamad Yasmin, Babakan, Kota Tangerang. Harganya pun cukup murah yakni berkisar Rp13.000 – Rp22.000 tergantung topping.

Bagaimana? apa sudah siap menikmati berbagai masakan lezat di rumah makan khas banten?(*)

Editor: Yusva Alam