Siapa Sangka Ternyata Sekoteng Berasal dari Tiongkok

Siapa Sangka Ternyata Sekoteng Berasal dari Tiongkok

Siapa Sangka Ternyata Sekoteng Berasal dari Tiongkok

Sekoteng ternyata berasal dari Tiongkok. (Midori/wikimedia.org)

Akurasi.id – Bagi penggemar kuliner malam, sekoteng menjadi salah satu menu favorit untuk menghangatkan tubuh. Sekoteng cukup terkenal bagi masyarakat Indonesia seperti Jawa, Betawi, Banjar, Medan dan berbagai daerah lain. Hampir tiap daerah memiliki ciri khusus untuk sajian sekotengnya, yang disesuaikan dengan selera masyarakat.

Di balik ketenaran sekoteng bagi masyarakat lokal, siapa sangka jika sekoteng berasal dari Tiongkok. Secara nggak langsung, sekoteng merupakan akulturasi berbagai budaya nusantara dan budaya Tiongkok yang terkenal akan makanannya yang berkhasiat.

Penasaran? Dilansir dari hipwee.com, Sabtu (26/06/2021), yuk simak ulasan kenapa asal sekoteng berasal dari Tiongkok!

Dalam bahasa Hokkian, sekoteng disebut ‘su ko thung‘ atau ‘si gou tang‘ yang berarti sup empat buah

Di masyarakat Tiongkok, sekoteng terdiri dari 4 macam buah yang dikeringkan yakni kacang amandel, buah jail, kelengkeng dan biji teratai. Su ko thung di Tiongkok sudah dikonsumsi sejak Dinasti Qin sekitar tahun 221 sebelum masehi. Pada saat itu, Kaisar Qin Shi Huang merasa kesehatannya meningkat setelah minum su ko thung. Selain itu, pencernaanya juga lancar dan rasa pegal-pegal akibat kelelahan bisa hilang setelah mengonsumsi su ko thung.

Karena khasiatnya inilah, su ko thung akhirnya direkomendasikan oleh kaisar untuk dikonsumsi oleh masyarakat Tiongkok hingga saat ini. Belum ada catatan sejarah yang menyebutkan kapan su ko thung masuk ke Indonesia, tapi yang jelas su ko thung di kenalkan oleh pedagang asal Tiongkok.

Su ko thung di masyarakat Jawa disebut sekoteng. Singkatan dari ‘nyokot weteng‘ (menggigit perut)

Perubahan nama dari su ko thung menjadi sekoteng sebenarnya merupakan adaptasi pelafalan saja. Selain itu sekoteng juga dimodifikasi sendiri oleh masyarakat Jawa supaya lebih sesuai dengan selera mereka. Sekotong khas Jawa terdiri dari rebusan gula merah, daun pandang, serai dan jahe yang dilengkapi dengan anek isian yakni kacang tanah, kacang hijau, potongan roti tawar dan pacar cina atau mutiara merah muda yang terbuat dari tepung sagu. Selain itu, sekoteng juga bisa ditambah dengan kental manis vanila untuk menambah rasa dan khasiat. Sekoteng Jawa hampir mirip dengan sekoteng Betawi dan daerah lain.

Sekoteng Medan merupakan sekoteng paling unik di nusantara.

Sekoteng Medan disebut sebagai sekoteng paling mirip dengan su ko thung Tiongkok karena secaa isian hampir sama. Sekoteng Medan terdiri dari air rebusan gula dan pandan yang diberi isian lengkap seperti kelengkeng, anggur kismis, angco, ragam jamur, jeruk kietna, cincau, jali-jali, agar-agar, pepaya muda dan biji selasih. Sekoteng Medan paling cocok dinikmati saat cuaca panas, karena perpaduan rasa dari seluruh isiannya benar-benar menimbulkan sensasi segar.

Jadi minuman favorit nusantara. Dikenal berkhasiat ampuh menjaga kondisi tubuh.

Sebagian besar sekoteng di berbagai daerah mengandung jahe yang memiliki beragam khasiat untuk tubuh seperti menghilangkan pusing, mengurangi mual dan meringankan masuk angin. Berbagai isian sekoteng juga berkhasiat memperlancar pencernaan. Kandungan kacang hijau pada sekoteng bisa membantu mengurangi tekanan darah dan mengandung antioksidan yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh.

Nah itulah cerita asal-usul sekoteng yang cukup unik karena sangat populer di berbagai daerah tapi ternyata berasal dari Tiongkok. Ada yang suka minum sekoteng? (*)

Editor: Yusva Alam

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *