Minuman

5 Resep Es Campur yang Segar dan Enak

Ini Dia 5 Resep Es Campur yang Segar dan Enak

Akurasi.id – Takjil atau menu berbuka puasa identik dengan makanan manis atau menyegarkan. Salah satunya es campur, siapa sih yang bisa menolak takjil satu ini? Berikut resep es campur yang enak dan segar.

Daripada kamu beli terus di luar, kamu bisa lebih hemat dengan membuatnya sendiri. Bisa buat ramai-ramai sekeluarga pula. Bahkan bagi kamu yang tinggal di kost, resep es campur di bawah ini bisa dipraktikkan, dilansir dari idntimes.com, Jumat (23/07/2021).

  1. Es campur sederhana

Bahan-bahan:

  • 150 gram cincau, potong dadu
  • 150 gram dawet
  • 200 gram kolang-kaling
  • 100 gram nangka, potong dadu
  • 200 gram kelapa muda
  • 1 buah alpukat, potong dadu
  • 3 lembar roti tawar, potong dadu
  • sirup sesuai selera
  • susu kental manis
  • es serut

Cara membuat:

  1. Bagi buah-buahan tersebut pada empat mangkuk sama rata (kita membuatnya untuk empat porsi ya).
  2. Masukkan es serut di atasnya, taburi dengan sirup dan susu kental manis.
  3. Untuk dressing, cukup tambahkan meses warna-warni atau apapun sesuai selera.
  1. Es campur kelapa muda

Bahan-bahan:

  • 2 buah kelapa muda, serut
  • Nata de coco secukupnya
  • Buah-buahan sesuai selera, potong-potong
  • Kolang-kaling secukupnya
  • 1 blok cincau hitam
  • Susu kental manis
  • Sirup cocopandan secukupnya
  • Siapkan es serut secukupnya

Cara membuat:

  1. Siapkan mangkuknya dulu, kemudian tata buah-buahan yang sudah kamu siapkan. Buah yang biasa digunakan antara lain semangka, alpukat, melon, daging kelapa muda, dan lain-lain.
  2. Setelah selesai menata buah, campurkan bahan-bahan lainnya, seperti kolang-kaling, nata de coco, cincau, dan berbagai isian es campur.
  3. Supaya lebih segar, tambahkan es batu atau es serut di atasnya. Jangan lupa tambahkan sirup cocopandan dan susu kental manis secukupnya.
  4. Es campur kelapa muda siap untuk dihidangkan.
  1. Es campur Medan

Bahan yang dibutuhkan:

  • 150 gram kacang merah kalengan, siap pakai
  • 100 gram nangka matang, tanpa biji
  • 100 gram tapai ketan hijau
  • 50 gram jagung manis pipil kalengan atau beku
  • 50 gram sagu biji delima, siap pakai
  • 100 gram cendol hijau, siap pakai
  • es serut

Bahan sirup:

  • 100 gram gula merah, sisir
  • 50 gram gula pasir
  • 200 ml air
  • 2 lembar daun pandan, potong-potong atau simpulkan

Bahan kuah santan:

  • 250 ml santan dari ½ butir kelapa
  • ¼ sendok teh garam
  • 2 lembar daun pandan, potong-potong atau simpulkan

Cara membuat:

  1. Tiriskan kacang merah dari kalengnya, siram air panas, tiriskan. Potong-potong nangka ukuran 1×1 sentimeter.
  2. Untuk membuat sirup gula merah, masak gula merah dan gula pasir bersama air serta daun pandan di atas api sedang. Aduk secara perlahan hingga gula larut.
  3. Angkat, saring, dan buang ampasnya, sisihkan.
  4. Masak santan bersama garam dan daun pandan sambil ditimba-timba hingga mendidih agar santan tidak pecah. Angkat dan sisihkan.
  5. Untuk cara penyajiannya, siapkan enam buah mangkuk per gelas saji.
  6. Masukkan berturut-turut kacang merah, nangka, tapai ketan, jagung, sagu biji delima, dan cendol.
  7. Tuangi kuah santan, tambahkan es serut.
  8. Terakhir tuang di atasnya dengan sirup gula merah, sajikan.
  1. Es campur jeli

Bahan yang dibutuhkan:

  • 1 buah kelapa muda, serut
  • 1 bungkus agar-agar warna hijau
  • 1 bungkus agar-agar warna merah
  • Jeli kemasan yang sudah jadi
  • Mangga secukupnya, potong-potong
  • Pepaya secukupnya, potong-potong
  • 1 kaleng susu kental manis
  • Sirup cocopandan secukupnya
  • Es secukupnya

Cara membuat:

  1. Masak agar-agar atau jeli, potong-potong dadu setelah matang.
  2. Campur semua bahan-bahan es buah jeli pelangi, termasuk es batu dan susu kental manis secukupnya.
  3. Es buah siap disantap.
  1. Es campur sarang burung

Bahan sarang burung:

  • 1 bungkus bubuk agar-agar
  • 500 ml air
  • 4 sendok makan gula pasir

Bahan pelengkap:

  • ½ buah melon, ambil dagingnya
  • 2 buah kiwi, potong-potong
  • 200 gram nata de coco
  • 1 sendok makan biji selasih, rendam dengan sedikit air hangat
  • ½ sirup merah
  • 1 liter air
  • Es batu secukupnya

Cara membuat es sarang burung:

  1. Campur semua bahan sarang burung seperti bubuk agar-agar, air, dan gula pasir dalam panci. Aduk rata, lalu rebus hingga mendidih.
  2. Angkat dan tuang ke dalam loyang persegi. Biarkan mengeras, parut agar-agar memanjang dengan parutan keju, sisihkan.
  3. Selanjutnya dalam wadah besar, campur melon, nata de coco, kiwi, parutan agar-agar, sirup, air, dan es batu. Aduk rata, tambahkan biji selasih.
  4. Es campur siap dihidangkan.

Nah, dengan resep es campur segar dan enak di atas, buka puasa jadi lebih menyenangkan. Selamat mencoba! (*)

Editor: Yusva Alam

8 Resep Minuman Herbal, Enak dan Sehat, Tubuh Lebih Bugar

8 Resep Minuman Herbal, Enak dan Sehat, Tubuh Lebih Bugar

8 Resep Minuman Herbal, Enak dan Sehat, Tubuh Lebih Bugar

Kunyit asam salahsatu minuman herbal yang dipercaya ampuh menyehatkan tubuh. (instagram.com/jamu_ratinah)

Akurasi.id – Di tengah maraknya virus corona yang masih menjadi ancaman bagi kita, menjaga kesehatan tubuh menjadi hal yang sangat penting. Selain mengonsumsi makanan sehat dan vitamin, kita juga bisa mendukung kesehatan dengan mengonsumsi minuman herbal. Mau tahu resep minuman herbal?

Selain dipercaya bisa menjaga daya tahan tubuh, rasa minuman herbal juga enak, lho. Berikut beberapa resep minuman herbal yang bisa kamu buat di rumah, dilansir dari idntimes.com, Senin (12/07/2021).

  1. Kunyit asam

Bahan-bahan yang diperlukan:

  • 500 ml air
  • 125 gram kunyit
  • 125 gr asam jawa
  • 70 gram gula merah
  • 1/4 sdt garam

Cara membuat:

  1. Tumbuk atau parut kunyit hingga benar-benar halus. Peras dan ambil air sarinya.
  2. Rebus sari kunyit tadi dengan air, asam jawa, dan gula aren. Masak hingga panas, lalu tambahkan garam. Aduk hingga tercampur rata.
  3. Saat mendidih, langsung matikan kompor, kemudian pindahkan ke dalam wadah atau gelas. Bisa ditambah es batu supaya lebih nikmat.
  1. Wedang jahe

Bahan-bahan yang diperlukan:

  • 1 ruas jahe, geprek
  • 1 batang serai
  • 1 batang kayu manis
  • 100 gram gula merah, iris
  • air secukupnya

Cara membuat:

  1. Siapkan air di dalam panci, lalu rebus hingga mendidih.
  2. Setelah itu, masukkan jahe, serai, kayu manis, dan gula merah. Masak hingga air mendidih dan gula menjadi larut.
  3. Selanjutnya, tuang ke dalam gelas dan sajikan selagi hangat. Wedang jahe juga bisa disimpan di dalam botol dan simpan di kulkas supaya bisa dikonsumsi kembali.
  1. Jamu beras kencur

Bahan-bahan yang diperlukan:

  • 200 gram beras
  • 1,5 liter air
  • 50 gram kencur
  • 15 gram jahe
  • 2 sdm asam jawa
  • 300 gram gula jawa
  • sejumput garam
  • gula pasir secukupnya
  • 2 buah air jeruk nipis
  • 1 lembar daun pandan

Cara membuat:

  1. Siapkan wadah yang sudah diisi beras dan air bersih. Rendam beras selama tiga jam.
  2. Selanjutnya, rebus air dalam panci, lalu masukkan jahe, daun pandan, asam jawa, kencur, dan gula jawa. Masak hingga mendidih sambil diaduk hingga tercampur rata.
  3. Setelah mendidih, angkat dan saring, lalu pisahkan airnya.
  4. Ambil ampas tadi, lalu tumbuk halus dengan beras yang sudah direndam.
  5. Letakkan bahan yang sudah ditumbuk ke atas saringan. Siram dengan air rebusan rendaman yang disisihkan tadi.
  6. Masukkan air jeruk nipis dan garam. Aduk hingga tercampur rata sebelum disajikan.
  1. Jamu jakutes

Bahan-bahan yang diperlukan:

  • 2 ruas jahe
  • 1 ruas kunyit
  • 1 ruas temulawak
  • 1 batang serai
  • 1,2 liter air
  • madu secukupnya

Cara membuat:

  1. Setelah semua bahan dikupas dan dicuci bersih, selanjutnya geprek jahe, kunyit, dan temulawak.
  2. Siapkan panci yang sudah diisi air, kemudian masukkan kunyit, jahe, temulawak, dan serai. Masak hingga mendidih.
  3. Setelah mendidih, angkat dan tuang ke dalam gelas. Tambahkan madu secukupnya, kemudian aduk hingga tercampur rata.
  1. Wedang susu rempah

Bahan-bahan yang diperlukan:

  • 600 ml air
  • 2 ruas jahe, kupas, memarkan
  • 1 batang kayu manis
  • 3 buah cengkih
  • 1 batang serai, memarkan
  • 1 lembar daun pandan
  • 2 keping gula merah, serut
  • 2 sdt susu bubuk

Cara membuat:

  1. Siapkan panci yang sudah diisi air, lalu rebus hingga mendidih.
  2. Selanjutnya masukkan jahe, kayu manis, cengkih, serai, gula merah, dan daun pandan.
  3. Tuang ke dalam gelas, lalu masukkan susu. Aduk hingga tercampur rata, kemudian sajikan selagi hangat.
  1. Wedang secang

Bahan-bahan yang diperlukan:

  • 30 gram serutan kayu secang
  • 1/2 sdt lada putih
  • 7 buah cengkih
  • 2 batang serai, geprek
  • 3 cm kayu manis
  • 300 gram jahe, bakar
  • 3 buah bunga lawang
  • 200 gram gula batu
  • air secukupnya

Cara membuat:

  1. Siapkan panci yang sudah diisi air, kemudian rebus hingga mendidih.
  2. Selanjutnya, masukkan serutan kayu secang, lada putih, cengkih, serai, kayu manis, jahe, bunga lawang, dan gula batu. Rebus hingga mendidih.
  3. Diamkan sebentar hingga hangat, kemudian tuang ke dalam gelas dan sajikan.
  1. Wedang serai

Bahan-bahan yang diperlukan:

  • 3 batang serai, geprek
  • 150 gram gula merah, sisir
  • 1 lembar daun pandan, ikat
  • 1/4 sdt garam
  • 500 ml air

Cara membuat:

  1. Tuang air ke dalam panci, kemudian masak hingga agak mendidih.
  2. Selanjutnya masukkan serai, gula merah, garam, dan daun pandan. Masak hingga gula larut dan air mendidih.
  3. Setelah mendidih, angkat dan saring ke dalam gelas, kemudian sajikan selagi hangat.
  1. Jamu gula asam

Bahan-bahan yang diperlukan:

  • 50 gram asam jawa
  • 50 gram gula pasir
  • 100 gram gula jawa, sisir
  • 1/2 sdt garam
  • 1 liter air

Cara membuat:

  1. Tuang air ke dalam panci, lalu masak dengan api sedang. Masukkan asam jawa, aduk hingga mendidih dan biji asamnya lepas.
  2. Angkat dan diamkan hingga hangat. Setelah suhunya hangat, saring ke dalam panci lagi, lalu nyalakan api kembali.
  3. Masukkan gula pasir, garam, dan gula jawa, kemudian rebus lagi hingga gula larut.
  4. Terakhir, tuang ke dalam gelas dengan cara disaring. Bisa ditambah es batu supaya lebih segar.

Nah, itulah kumpulan resep minuman herbal yang bisa kamu coba sendiri di rumah. Bahan-bahannya mudah dicari dan resepnya pun mudah dipraktikkan, bukan? Badan jadi lebih hangat dan sehat, deh. (*)

Editor: Yusva Alam

Asal-usul Es Teh Manis, Sudah Ada Sejak Zaman Belanda

Asal-usul Es Teh Manis, Sudah Ada Sejak Zaman Belanda

Asal-usul Es Teh Manis, Sudah Ada Sejak Zaman Belanda

Sejarah teh dimulai sejak jaman Belanda. (flickr.com)

Akurasi.id, Bontang – Dijuluki ‘Minuman Sejuta Umat’, es teh manis memang kerap jadi andalan setelah makan oleh banyak orang. Hampir setiap tempat makan di Indonesia menyediakan minuman satu ini. Sebagai minuman yang ramah kantong, es teh manis  sangat sederhana. Terbuat hanya dari seduhan teh dengan tambahan gula, es, dan air.  Namun, minuman ini memberikan kesegaran luar biasa terutama bila diseruput saat siang hari dengan cuaca yang panas.

Tak banyak orang yang tahu, minuman ini ternyata sudah ada sejak zaman dulu. Kebiasaan kita minum es teh selama ini nyatanya tak bisa dilepaskan dari sejarah panjang penjajahan Belanda di Nusantara lo. Momentum Belanda masuk ke Indonesia disinyalir jadi gerbang awal asal-usul es teh manis sampai menjadi minuman populer hingga kini. Dilansir dari Hipwee.com, Rabu (16/06/2021), berikut sejarahnya.

Abad ke-17, Belanda membawa tanaman teh ke Batavia.

Kepada Kumparan, seorang peneliti sekaligus Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Gadjah Mada membagikan awal mula es teh manis muncul di Indonesia. Murdijati Gardjito mengungkapkan, sebenarnya minuman teh mulai dikenal orang Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda. Pada abad ke-17 atau sekitar tahun 1600-an, orang-orang pribumi mengenal tanaman teh untuk pertama kalinya. Lewat Pantai Sukabumi, Belanda membawa tanaman teh ke Batavia yang saat itu berfungsi sebagai ibu kota Hindia Belanda. Dengan menganut ajaran bangsa India, tanaman teh cocok ditumbuhkan di dataran Jawa Barat. Inilah alasan di balik banyaknya perkebuan teh di Tanah Sunda.

Sejak saat itu, 131 perkebunan teh dibangun di Nusantara. Nggak cuma di Jawa Barat, perkebunan teh didirikan di wilayah lain seperti Sumatera. Lantaran teh berkembang pesat dan lebih dulu di Jawa Barat, nggak heran kalau masyarakat sekitar punya kebiasaan minum teh yang lebih kuat dan turun-menurun. Sebeum akhirnya kebiasan itu menular ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Awalnya hanya bisa konsumsi batang teh saja.

Kondisi zaman penjajahan memang memprihatinkan bagi penduduk lokal. Meskipun banyak perkebunan teh, orang Indonesia tak pernah menikmati teh dengan kualitas terbaik. Mereka hanya memperoleh batang teh yang sudah jadi sampah. Sementara itu, daun teh dikirim untuk kebutuhan ekspor. Di tengah kondisi serba terbatas, orang Indonesia terutama di wilayah Jawa Barat punya cara tersendiri untuk menikmati ekstrak batang teh. Demi menikmati batang teh, merek menyeduhnya dengan air. Bahkan orang Sunda punya kebiasaan memberikan air teh secara cuma-cuma alias gratis. Konon riwayat itulah yang membuat rumah makan Sunda kerap menyajikan teh tawar gratis, berbeda dengan warung makan di daerah lain.

Mulai tahu cara mengolah teh. Dipadukan dengan bunga melati.

Di saat yang sama, orang-orang di daerah Jawa Tengah mengolah teh dengan cara mereka sendiri. Gara-gara teh hitam memerlukan proses fermentasi, mereka mengolah teh hijau karena hanya perlu mengeringkan dan menyangrai daun teh aja. Sederhana bukan? Seiring berjalannya waktu, pengolahan teh di Nusnatara menjadi lebih kreatif. Siapa sangka, ternyata mereka bisa memadukan teh dan bunga melati. Alhasil kita bisa menikmati teh dan melati yang wangi sampai detik ini.

Berkembangnya perkebunan tebu ‘titik’ kemunculan es teh manis.

Singkatnya, kita nggak bakal merasakan kesegaran es teh manis seperti sekarang kalau dulu perkebunan tebu nggak ada. Setelah perkebuan teh marak didirikan, setelah itu giliran perkebunan tebu. Dianggap sebagai komiditas yang mendatangkan cuan, Belanda membuka perkebunan tebu besar-besaran. Tak cuma itu, Belanda juga membangun pabrik pengolahan tebu menjadi gula. Sejak itu, orang Indonesia mulai menikmati teh dengan tambahan gula. Meskipun saat itu, mereka cuma mendapatkan jatah gula dengan kualitas terburuk.

Walaupun perkebunan tebu dan pabrik gula diduga menjadi awal orang Indonesia mengenal es teh manis, tapi sebenarnya nenek moyang kita udah mengenal pemanis seperti gula kelapa dan gula aren. Hanya saja, setelah orang Indonesia bisa mendapatkan gula pasir dengan mudah, mereka mulai mengombinasikan ekstrak teh wangi dengan gula pasir. Jadi, cita rasa manis memang udah familier di dunia kuliner terutama masakan Jawa dan Sumatera. Pun kemudahan memperoleh bahan gula menyebabkan orang Indonesia mulai menyajikan teh manis.

Nah, teknologi pembuatan es makin membuka lebar jalan ‘kelahiran’ es teh manis. Dengan mesin itu, kita bisa menambahkan butiran es ke dalam seduhan teh manis. Minuman ini diminati mayoritas orang Indonesia karena es teh manis memang cocok dengan cuaca di daerah tropis yang cenderung panas. (*)

Penulis/Editor: Yusva Alam