Info Kuliner

Kacang Favorit saat Lebaran, Ini Cara Pilih Kacang Mete, Jangan Asal Beli

Kacang Favorit saat Lebaran, Ini Cara Pilih Kacang Mete, Jangan Asal Beli

Kacang mete jadi salah satu cemilan favorit saat hari raya Idul Fitri. Cara pilih kacang mete perlu perhatian khusus, sebab bisa saja kualitas akan mempengaruhi rasa.

Kacang Favorit saat Lebaran, Ini Cara Pilih Kacang Mete, Jangan Asal Beli

majalah.ramesia.com

Cara Pilih Kacang Mete Untuk Camilan saat Lebaran

Kacang mete kaya kan vitamin C, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B6, vitamin E, vitamin K dan folat. Jenis kacang ini berasal dari jambu monyet yang kaya nutrisi. Selain itu, rasanya sangat nikmat dan gurih.

Manfaat kacang mete berkualitas untuk menjaga kesehatan tulang dan mencegah penyakit jantung. Kemudian untuk menjaga kesehatan mata, meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah anemia.

Saat lebaran kacang mete akan menjadi camilan yang dicari-cari. Selain digoreng begitu saja, kacang juga dapat dijadikan olahan makanan lain. Misalnya saja peyek, kue, dan masih banyak lagi.

Namun, mete dengan semua manfaat di atas harus memenuhi beberapa kualitas. Cara pilih kacang mete diantaranya adalah sebagai berikut.

Perhatikan Tampilan

Sebaiknya anda memilih kacang mete yang benar-benar bersih. Pada umumnya mempunyai warna putih kecoklatan untuk kualitas bagus.

Kemudian hindari membeli kacang yang memiliki lubang dan bercak. Hal tersebut merupakan pertanda kacang sudah berkutu atau terkontaminasi kotoran.

Cek Baunya

Untuk mendapatkan kacang mete terbaik kenali melalui baunya. Oleh sebab itu, hindari memilih kacang mete yang sudah tengik.

Hal tersebut menjadi indikasi mete telah lama disimpan atau penyimpanannya tidak benar.

Perhatikan Kemasannya

Apabila mete telah digoreng atau dipanggang, maka pilih kemasan yang rapat. Bila perlu pilih yang menggunakan vakum atau dengan lapisan aluminium foil.

Cek kembali kemasan beserta isinya. Hal itu untuk memastikan kacang terbebas dari serangga atau kutu.

Beli yang Masih Utuh

Pilih dan belilah kacang yang masih utuh, karena akan lebih awet bila disimpan. Jangan sampai membeli yang sudah retak atau pecah.

Lalu pilihlah kacang yang masih keras, jangan sampai asal beli. Cara pilih kacang mete berkualitas dapat dengan menekannya terlebih dulu. Bila tidak mudah pecah merupakan pertanda kacang masih bagus.

Buka Puasa dengan yang Manis Tak Boleh Sembarangan

Buka Puasa dengan yang Manis Tak Boleh Sembarangan, Bagaimana Baiknya? 

Buka Puasa dengan yang manis memang sangat nikmat sekali. Setelah seharian menahan haus dan lapar, memilih makanan atau minuman yang manis banyak menjadi pilihan. Banyak suguhan makanan untuk berbuka puasa dengan kandungan gula yang cukup banyak. Mulai dari es manis hingga kudapan yang manis.

Buka Puasa dengan yang Manis Tak Boleh Sembarangan

pranataprinting.com

Buka Puasa dengan yang Manis Ternyata Kurang Baik

Pada saat puasa, kadar gula dalam tubuh cenderung menurun. Oleh sebab itu, berbuka dengan makanan manis banyak dipilih oleh kebanyakan orang. Namun ternyata, ketika anda mengkonsumsi makanan atau minuman manis, akan membuat kadar gula darah anda melonjak seketika.

Tentunya lonjakan tersebut tidak baik untuk kesehatan tubuh anda. Selain itu, mengkonsumsi gula terlalu banyak juga akan menjadi lemak yang menumpuk pada tubuh. Sehingga tentunya akan menyebabkan gangguan pada kesehatan anda.

Bagaimana Sebaiknya Saat Berbuka Puasa?

Saran berbuka puasa yang disampaikan oleh ahli gizi adalah dengan segelas air putih dan beberapa biji kurma. Dengan mengkonsumsi kurma dan air putih, ternyata sudah cukup untuk mengembalikan kesegaran tubuh setelah seharian berpuasa.

Terpenting dari berbuka puasa adalah rehidrasi atau mengembalikan cairan dalam tubuh. Minuman terbaik untuk rehidrasi sendiri sebenarnya adalah air putih.

Mengkonsumsi air putih saat berbuka puasa akan mengembalikan cairan yang hilang setelah seharian berpuasa, dan terpenting adalah air putih ini dapat diserap tubuh dengan baik.

Jika anda ingin buka puasa dengan yang manis, anda bisa memilih kurma. Kurma sendiri mengandung karbohidrat dan serat yang diperlukan oleh tubuh. Namun jika anda kurang suka dengan kurma, anda bisa mengkonsumsi kelapa muda, kolang kaling atau buah lontar untuk berbuka puasa. Tentunya dengan kandungan gula yang tidak banyak.

Jika anda sangat memperhatikan kesehatan anda, mengkonsumsi buah dan sayur bisa menjadi alternatif menu buka puasa. Dengan kandungan antioksidan dan serat yang tinggi tentu akan menjaga kestabilan gula darah anda.

Dampak yang Dirasakan

Buka Puasa dengan yang manis mempengaruhi lonjakan gula darah. Hal tersebut akibat dari makanan manis yang dikonsumsi saat berbuka dapat menyebabkan penyakit, salah satunya adalah diabetes. Dampak langsung yang akan dirasakan adalah rasa kantuk yang tidak tertahan. Akibatnya tidak bisa berkonsentrasi saat ibadah tarawih atau bahkan tertidur karena tidak kuat menahan kantuk.

Cara Kemas Kue Kering Untuk Kirim ke Luar Kota, Anti Hancur

Cara Kemas Kue Kering untuk Kirim ke Luar Kota, Anti Hancur

Berhubung saat ini sudah memasuki bulan Ramadhan, maka ada baiknya untuk segera melengkapi berbagai snack dan kue kering untuk stok saat hari raya. Anda yang bergelut di bisnis kue kering pasti akan kebanjiran job saat lebaran. Bahkan pesanan kue kering anda bisa saja di luar daerah, sehingga anda harus memberikan kualitas terbaik dalam kemasanya. Hal ini bertujuan agar kue tidak hancur saat di perjalanan. Maka dari itu, anda perlu tahu cara kemas kue kering yang benar.

Inilah Cara Kemas Kue Kering Agar Tidak Hancur di Perjalanan

Ini merupakan cara yang sangat menguntungkan, agar pelanggan tidak mengajukan komplain dan membuat bisnis anda merugi. Dengan pengemasan yang tepat, maka kue-kue anda akan sampai di tempat dengan baik.

Gunakan Kemasan yang Kokoh

Nyatanya anda banyak toples yang bisa digunakan untuk menyimpan kue kering. Anda jangan menaruh kue di dalam wadah kaca atau mika yang mudah pecah. Jika anda menggunakan mika, menggunakan mika yang berkualitas baik dan tebal sehingga tidak mudah pecah.

Isi dengan Penuh dan Padat

Cara ini bisa anda gunakan untuk meminimalisir kue hancur, karena terguncang. Jika wadahnya penuh, maka kue juga tidak akan berpindah dari tempatnya. Hal ini akan membuat kue lebih terlihat baik karena tidak ada guncangan di dalam toples.

Kirim Kue yang Tidak Mudah Hancur

Anda bisa memilih kue kering yang tidak mudah hancur atau teksturnya lebih padat. Sedangkan untuk kue kering yang lebih lembut seperti nastar dan kastengel lebih mudah hancur sehingga perlu pengemasan lebih hati-hati.

Letakkan Kue yang Berat di Bawah

Jika anda mendapatkan pesanan yang banyak dari satu orang. Maka jangan menumpuk kue sembarangan. Hal ini bertujuan agar kue tidak hancur karan mengalami banyak tekanan dari kue yang berat.

Selotip dengan Baik

Anda bisa menyegel dengan menyeluruh menggunakan selotip, agar tipes tidak mudah terbuka. Selotip dengan benar, hingga wadah tidak akan terbuka saat terkena guncangan. Sekedar saran gunakan selotip yang besar agar lebih rekat.

Bungkus di Kardus

Disini anda bisa menambahkan bubble wrap untuk mengisi ruang kosong di dalam kardus, ada juga bisa membalutkan pada toples sebelum memasukkannya kedalam kardus. Hal ini bertujuan agar tidak ada guncangan di dalam kardus. Setelah itu, tutup dengan rapi dan selotip kembali, maka paket siap kirim.

Semoga cara kemas kue kering agar tidak hancur ini mampu memberi informasi yang anda butuhkan. Dengan mengerti cara pengemasan bisnis anda akan tetap lancar.

Anjuran 'Berbukalah dengan yang Manis' Bukan Berasal dari Sunah Nabi Muhammad SAW

Anjuran ‘Berbukalah dengan yang Manis’ Bukan Berasal dari Sunah Nabi Muhammad SAW

Anjuran 'Berbukalah dengan yang Manis' Bukan Berasal dari Sunah Nabi Muhammad SAW

Anjuran ‘Berbukalah dengan yang Manis’ Bukan Berasal dari Sunah Nabi Muhammad SAW. (Ilustrasi)

Selama bulan Ramadan populer istilah ‘berbukalah dengan yang manis’. Namun, apakah hal itu sesuai dengan sunah Nabi Muhammad SAW? Ini penjelasannya.

Akurasi.id, Bontang – Istilah ‘berbukalah dengan yang manis’ sudah tak asing lagi di telinga kita. Bahkan banyak orang yang menjadikan istilah tersebut sebagai pedoman saat berbuka puasa.

Alhasil, semua makanan manis pun disantap saat waktu berbuka. Namun, tahukah bahwa sebenarnya istilah ‘berbukalah dengan yang manis’ bukan berasal dari sunah Nabi Muhammad SAW.

Istilah tersebut merupakan tagline dari sebuah brand minuman teh. Hal ini diungkap lewat cuitan @gizipedia (09/04/2021) yang telah dikonfirmasi detikfood (14/04/2021).

Lewat cuitannya juga, brand minuman teh tersebut mengatakan bahwa tagline itu telah dipakai sejak tahun 2006.

“TehBotol Sosro di momen Ramadan dengan tagline Berbukalah dengan yang manis. Tagline Ramadhan tersebut kami gunakan kurang lebih sekitar 10 tahun yang lalu,” bunyi cuitannya (20/07/16).

Pasalnya Hadist yang menganjurkan berbuka puasa dengan yang manis tidak ditemukan. Nah, kalau berbuka puasa berdasarkan sunah Nabi Muhammad SAW telah diterangkan lewat Hadist Riwayat Abu Daud no. 2356 dan Ahmad.

“Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan ruthab (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air,”.

Namun, beberapa ulama ada juga yang menganjurkan untuk berbuka puasa dengan yang manis. Seperti yang disampaikan oleh Ulama Al Hattab Ar Ru’aini lewat kitab Mawahibul Jalil fi Syarhi Mukhtashar Khalil.

Ia menafsirkan perintah berbuka dengan ruthap atau kurma bertujuan untuk memulihkan penglihatan menurun akibat puasa. Jika kurma tidak ada, maka bisa diganti dengan makanan manis.

“Di antara sunah-sunah puasa adalah menyegerakan berbuka, sebagai bentuk kasih sayang kepada orang yang lemah, menyayangi diri dan menjadi pembeda dengan orang yahudi. Dan dengan memakan kurma atau apa yang semakna dari yang manis-manis, agar mengembalikan penglihatan yang berkurang lantaran puasa,”.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Ulama Al Qadhi Ar Ruyani dalam kitabnya Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab. “Berbuka itu dengan kurma, bila tidak ada maka dengan halawah (manis-manis), bila tidak ada maka dengan air,”.

Kata halawah diartikan sebagai makanan yang manis-manis. Jadi, intinya berbuka dengan yang manis bukan berarti tidak diperbolehkan. Hanya saja anjuran itu bukan berasal dari sunah Nabi Muhammad SAW.

Berbuka puasa dengan yang manis tentu saja diperbolehkan. Sebab bagaimanapun tubuh tetap membutuhkan makanan manis agar gula darahnya stabil saat berpuasa, seperti yang dikutip dari Gizi Pedia. Asalnya jangan berlebihan. (*)

Editor: Rachman Wahid

Minum Sirop Saat Berbuka Puasa

Segar dan Manis, Berapa Batas Aman Minum Sirop Saat Berbuka Puasa?

Minum sirop saat berbuka puasa memang menyegarkan. Sebagian orang bahkan sulit menghindari minuman yang satu ini. Sirop dapat disajikan untuk minuman biasa atau berbentuk sop buah. Tak jarang orang menjadikan sirop ini minuman utama.

Tapi tahukah anda, terlalu banyak minuman manis saat buka puasa tidak baik untuk kesehatan. Ketika perut kosong langsung menerima minuman manis dan tinggi gula dengan suhu dingin, maka pencernaan anda akan kaget.

Hal tersebut menyebabkan pencernaan anda terganggu. Apalagi bagi penderita diabetes, maka hal tersebut sangat tidak disarankan. Karena tinggi gula.

Berapa Batas Aman Minum Sirop Saat Berbuka Puasa?

Mengkonsumsi sirop tidak boleh asal. Apalagi anda mengkonsumsinya setiap hari. Menurut ahli Gizi dr. Fiastuti, sebaiknya sirop dikonsumsi saat buka puasa tidak lebih dari satu gelas.

Sedangkan menurut dr. Septriani, untuk orang yang tidak memiliki masalah diabetes, batasan asupan gula per hari untuk wanita sebanyak 25 gram. Sedangkan untuk pria sebanyak 30 gram.

Untuk pengidap diabetes, tidak dianjurkan minum sirop dan lebih baik yang berbasis buah. Pada dasarnya gula didapatkan tidak hanya dari minuman manis. Bisa dari nasi, mie, dan lainnya. Itulah kenapa tidak dianjurkan melebihi batas.

Konsumsi Sirop Dengan Tepat

Intinya jika anda mengkonsumsi segelas sirop, anda juga harus mengurangi asupan karbohidrat. Begitu juga dengan yang memiliki keluhan lambung. Akan lebih baik anda tidak mengkonsumsi sirop dingin untuk sajian buka puasa.

Hal tersebut dikarenakan saat berpuasa pergerakan usus serta lambung menjadi lambat. Sehingga enzim juga belum aktif. Maka tidak dapat berfungsi semestinya.

Jadi, sebaiknya mengkonsumsi sirop sesuai takaran saja, sehingga mendapatkan fungsi sebenarnya dan manfaat untuk kesehatan.

Jika minum sirop, maka kadar gula kita akan naik dan cepat turun jadi fluktuatif. Perlu anda tahu, hal ini dapat memicu penyakit diabetes dan obesitas. Bahayanya dapat memicu jenis penyakit lainnya.

Dengan mengetahui batas aman minum sirop saat berbuka puasa tersebut, anda semakin mengontrol gula darah dengan baik dan lebih sehat.

Segar untuk Berbuka, Ini Cara Bedakan Kelapa Tua dan Muda, Jangan Salah Pilih

Segar untuk Berbuka, Ini Cara Bedakan Kelapa Tua dan Muda, Jangan Salah Pilih

Cara membedakan kelapa tua dan muda memang cukup penting. Hal ini agar anda bisa mendapatkan sesuai kebutuhan. Seperti halnya bulan Ramadhan saat ini di mana kelapa muda menjadi buruan menu berbuka puasa.

Kesegaran alami yang dimiliki buah ini memang tidak bisa anda temukan dari yang lainnya. Rasanya yang segar cocok untuk menghilangkan dahaga setelah seharian berpuasa. Sebaiknya anda tahu bagaimana cara membedakannya agar tidak keliru.

Cara Membedakan Kelapa Tua dan Muda untuk Menu Buka Puasa

Berbuka dengan yang segar dan manis menjadi salah satu yang diinginkan semua orang. Salah satu yang biasa dijual di pinggiran jalan yaitu kelapa muda. Sebab ada banyak orang yang berburu minuman yang satu ini. Namun, sebaiknya anda tahu bagaimana membedakan kelapa muda dan tua.

Kelapa Tua

Sebenarnya membedakan keduanya cukup mudah. Jika kelapa yang sudah tua biasanya memiliki tekstur kulit lebih keras. Sedangkan airnya jika dikocok akan berbunyi keras. Air yang ada di dalam buah akan berbunyi dan terasa lebih banyak.

Pada bagian ujung tangkai buah kelapa biasanya terdapat gagang. Nah, untuk kelapa yang sudah muda gagang tersebut akan mudah lepas karena tidak melingkar dengan penuh. Warna kulit buahnya pun akan lebih kecoklatan. Biasanya kelapa tua sering dimanfaatkan untuk santan.

Kelapa Muda

Berbeda dengan kelap muda yang biasa digunakan untuk menu minuman buka puasa. Kelapa muda memiliki ciri-ciri tekstur kulit masih terasa lunak. Sedangkan ketika dikocok air tidak akan terdengar. Selain itu, warna kulitnya masih tampak hijau atau kekuningan.

Tidak hanya itu saja, pada bagian ujungnya terdapat lingkaran yang masih menyatu dengan tangkai. Jika anda menginginkan buah kelapa muda yang memiliki daging banyak bisa dengan menepuknya. Jika anda tepuk buah bergetar, maka dagingnya bagus.

Buah kelapa memang kaya akan manfaat. Bahkan tidak hanya yang tua saja. Kelapa muda juga bisa dimanfaatkan untuk kesehatan serta minuman alami yang cocok untuk buka puasa. Sebaiknya anda gunakan cara membedakan kelapa tua dan muda untuk bisa menemukan sesuai kebutuhan.

Cara Jaga Berat Badan Tetap Ideal Selama Ramadan, Jangan Asal Pilih Makanan

Cara Jaga Berat Badan Tetap Ideal Selama Ramadan, Jangan Asal Pilih Makanan

Menjalankan ibadah puasa Ramadan menjadi kewajiban umat muslim. Namun, anda jangan mengabaikan berat badan. Pastikan anda selalu menjaga berat badan ideal meski puasa. Adapun cara jaga berat badan ideal yaitu dengan tidak sembarangan dalam memilih makanan.

Simak Cara Jaga Berat Badan Tetap Ideal Saat Puasa Ramadan

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa anda perhatikan untuk menjaga berat badan tetap ideal selama puasa di bulan Ramadan.

Batasi Konsumsi Gorengan

Tak bisa dipungkiri bahwa gorengan menjadi salah satu menu yang banyak dicari saat buka puasa. Namun tahukah anda bahwa gorengan ataupun makanan yang diolah dengan cara digoreng bisa menyumbangkan banyak kalori.

Kalori berlebih yang masuk ke tubuh bisa membuat berat badan menjadi naik. Maka dari itu, sudah sewajarnya anda membatasi konsumsi gorengan.

Buka Puasa Dengan Takjil Ringan

Selain mengurangi konsumsi gorengan, anda juga disarankan untuk berbuka dengan menu takjil yang ringan dan sehat. Sebut saja sup sayur, salad, dan buah kurma.

Jangan langsung konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat. Menu takjil yang ringan ini sendiri bertujuan sebagai pemanasan. Anda bisa konsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang setelahnya.

Konsumsi Makanan Kaya Serat dan Protein

Agar berat badan tetap ideal, anda perlu konsumsi makanan yang kaya serat dan protein. Pastikan anda atur porsi makanan tersebut, baik saat buka puasa maupun sahur.

Dalam mengonsumsinya pun, anda tak boleh asal-asalan. Anda disarankan untuk mengonsumsinya secara perlahan. Hal ini akan memudahkan anda dalam menerima sinyal apabila tubuh sudah kenyang.

Buka Puasa Dengan Menu yang Manis

Sudah bukan rahasia lagi jika berbuka puasa dianjurkan untuk konsumsi menu yang manis, baik itu makanan maupun minuman. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan menu yang manis bisa mempercepat pemulihan energi yang terkuras selama puasa. Hanya saja, anda tak disarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah berlebih.

Pastikan anda coba cara jaga berat badan di atas agar bukan hanya nilai ibadah saja yang didapat, melainkan juga kesehatan tubuh.

Hindari Makanan Ini Saat Sahur, Agar Perut Nyaman Selama Puasa

Hindari Makanan Ini Saat Sahur, Agar Perut Nyaman Selama Puasa

Hindari Makanan Ini Saat Sahur, Agar Perut Nyaman Selama Puasa

Mengonsumsi makanan pedas saat sahur akan membuat perut tidak nyaman karena produksi asam lambung meningkat. (Ilustrasi)

Hindari makanan ini saat sahur, agar perut nyaman selama puasa. Saat sahur dianjurkan mengonsumsi makanan bernutrisi dan kaya serat agar kenyang lebih lama.

Akurasi.id, Bontang  – Sebelum berpuasa, umat muslim disarankan untuk sahur agar tetap kuat beraktivitas satu hari penuh selama puasa.
Nah, makanan yang dikonsumsi saat sahur juga tidak boleh sembarangan. Saat sahur dianjurkan mengonsumsi makanan yang bernutrisi dan kaya akan serat agar kenyang lebih lama.

Dikutip Detikcom, berikut makanan yang tidak disarankan untuk dikonsumsi saat sahur. Apa saja ya?

  1. Tinggi kandungan garam

Makanan yang mengandung garam ternyata dapat meningkatkan risiko dehidrasi, sebab kemampuan tubuh untuk menyerap cairan akan terganggu.

Bisa saja sebelum jam 12 siang sudah merasa haus. Makanan dengan kandungan tinggi garam juga berisiko menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Jadi, mumpung sekarang lagi puasa, kurangi konsumsi garam.

  1. Roti

Nah, bagi kamu yang saat ini sedang program diet, makan roti memang bisa jadi alternatif untuk pengganti nasi. Hanya saja makan roti saat sahur bisa bikin cepat lapar.

Karena pada dasarnya, roti terigu dan nasi putih termasuk karbohidrat sederhana. Hal yang membedakannya adalah roti terigu lebih banyak mengalami pengolahan dan lebih halus dibandingkan dengan nasi, sehingga karbohidrat yang dikandungnya semakin mudah dicerna menjadi energi.

  1. Makanan berlemak

Makanan berlemak menjadi godaan saat sahur, seperti ayam goreng atau kentang goreng.

Namun, makanan tersebut justru mengandung lemak jenuh yang dapat menyebabkan masalah pada lambung kamu. Kebanyakan mengonsumsi makanan berlemak bisa membuat perut begah lho. Asupan jenis ini juga sebaiknya dihindari bagi pengidap maag.

“Maag atau GERD secara umum harus menghindari makanan yang ketika dia makan akan tinggal lama di lambung dan bikin begah, seperti makanan yang tinggi lemak. Jadi diusahakan makan makanan yang tidak tinggi lemak,” jelas dokter spesialis gizi klinis dari RS Pondok Indah dr Juwalita Surapsari, MGizi, SpGK.

  1. Makanan manis

Nah kalau berbuka puasa dianjurkan untuk konsumsi makanan manis terlebih dahulu, saat sahur berbeda.

Sebaiknya pada saat sahur tidak berlebihan untuk mengonsumsi makanan maupun minuman manis, karena jenis asupan tersebut dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh kamu.

Apabila kadar gula darah meningkat, maka pankreas akan melepas hormon insulin. Ketika insulin dilepas, glukosa bisa turun lagi sampai di bawah normal yang akan menyebabkan orang tersebut merasa lemas, capek, dan mudah ngantuk.

  1. Makanan pedas

Bagi pembaca yang doyan makan pedas, sebaiknya bisa dikurangi saat berpuasa, terutama saat sahur.

Sebab, mengonsumsi makanan pedas saat sahur akan membuat perut tidak nyaman karena produksi asam lambung meningkat.

Selain itu, makanan pedas juga menyebabkan sakit perut, mules, bahkan diare. Jika sampai menyebabkan diare, tubuh kamu akan mengalami dehidrasi karena kehilangan banyak cairan. (*)


Penulis/editor: Rachman Wahid

Cafe Puja Jati Alam, Tempat Nongkrong Eksotis nan Ekonomis

Cafe Puja Jati Alam, Tempat Nongkrong Eksotis nan Ekonomis

Cafe Puja Jati Alam, Tempat Nongkrong Eksotis nan Ekonomis

Cafe Puja Jati Alam, tempat nongkrong eksotis nan ekonomis. Menyajikan beragam penganan ringan hingga berat. (ilustrasi)

Cafe Puja Jati Alam, tempat nongkrong eksotis nan ekonomis. Menyajikan beragam penganan ringan hingga berat.

Akurasi.id, Bontang Perempuan berkerudung terlihat sibuk membawa menu makanan. Sesekali dia mondar-mandir menyodorkannya kepada orang-orang yang datang ke sebuah tempat makan berkonsep outdoor, Cafe Puja Jati Alam.

“Mau pesan apa pak. Ada Rawon Surabaya, es kopi susu atau mau dimsum?” tanyanya, kepada seorang pengunjung.

Begitulah kira-kira gambaran suasana di Cafe Puja Jati Alam. Salah satu tempat nongkrong di Kota Taman yang dianggap punya nilai eksotis cukup tinggi.

Muhammad Ali Akbar pengelola Puja Jati Alam menyebutkan, Puja Jati Alam dikonsep sebagai cafe luar ruangan yang dipenuhi banyak tanaman-tanaman hias dan pohon jati. Harapannya, pengunjung bisa menikmati suasana alam sembari menikmati hidangan.

“Apalagi saat ini kita menghadapi pandemi, sehingga meminimalisir aktivitas dalam ruangan,” jelasnya.

Ali Akbar menjelaskan, Puja Jati Alam berbeda dengan cafe lainnya. Di sini ada 7 stand yang tersedia dengan menu yang berbeda. Mulai rawon, tahu kribo, sate taichan, lalapan, hingga aneka minuman.

“Sensasi lainnya pengunjung sembari memesan bisa berjalan memutari area Cafe Puja Jati Alam seakan memutari area taman dan semi hutan kota,” kata pria berkacamata itu.

Untuk harga kata Ali, Cafe Puja Jati Alam cukup ramah dikantong pengunjung. Makanan berat mulai dari Rp15.000 hingga Rp30.000.

“Pilihan menu cukup banyak. Sangat cocok untuk kawula muda hingga mereka yang berkeluarga untuk bersantai,” ujarnya.

Cafe Puja Jati Alam yang terletak di Jalan Catur Blok G, Nomor 7, Perumahan Bontang Permai itu buka mulai pukul 07.00 Wita dengan aneka menu sarapan seperti nasi kuning, kue, dan masih banyak lainnya.

Memasuki jam makan siang, menu di Cafe Puja Jati Alam dilanjut dengan penganan berat seperti rawon dan dimsum.

“Pokoknya tempat ini kami rekomendasikan banget. Mau jadi tempat nongkrong hingga tempat rapat juga bisa. Kami buka sampai malam,” kata dia.

Seorang pengunjung bernama Hilal cukup terpesona dengan desain Cafe Puja Jati Alam. Selain menu yang pas di lidah, Cafe Puja Jati Alam juga mampu memberikan suasana tempat yang menarik.

“Ini menarik sekali tempatnya. Menunya lengkap dan tempatnya asyik. Jarang ada tempat begini di tengah kota,” tutupnya. (*)

Penulis: Zuhaji

Editor: Rachman Wahid

Beragam Jenis Jahe di Indonesia, Ini Perbedaannya

Beragam Jenis Jahe di Indonesia, Ini Perbedaannya

Beragam Jenis Jahe di Indonesia, Ini Perbedaannya

Beragam Jenis Jahe (Ilustrasi)

Ada tiga jenis jahe yang umum dikonsumsi sebagai campuran makanan atau minuman di Indonesia yakni jahe putih, jahe putih kecil, dan jahe merah. Jadi, apa Bedanya?

Akurasi.id, Bontang – Jahe sering digunakan untuk membuat minuman dan makanan khas Indonesia. Belakangan karena pandemi covid-19, jahe juga menjadi empon-empon yang banyak dikonsumsi.

Dilansir Kompas.com, ada tiga jenis jahe yang umum dikonsumsi sebagai campuran makanan atau minuman di Indonesia yakni jahe putih, jahe putih kecil, dan jahe merah. Buku Sehat dengan Rempah dan Bumbu Dapur (2016), karya penulis Made Astawan yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas menjelaskan perbedaan dari jahe merah, putih, dan emprit, sebagai berikut:

  1. Jahe merah

Disebut jahe merah karena warna rimpangnya berwarna jingga muda hingga berwarna merah. Jahe ini memiliki serat yang kasar, aromanya sangat tajam, dan rasanya sangat pedas. Jahe merah biasanya dipanen tua dan digunakan sebagai komponen obat-obatan dan jamu. Seringkali jahe merah diambil oleoresin dan minyak atsirinya sebagai bahan pengobatan.

  1. Jahe putih atau jahe gajah

Jahe ini juga disebut dengan nama jahe kuning besar, jahe gajah, jahe badak atau jahe kombongan. Jahe jenis ini memiliki rimpang yang besar dan gemuk, potongan melintang berwarna putih kekuningan, berserat sedikit dan lembut.

Jahe gajah biasanya dikonsumsi saat masih muda atau setelah aroma kurangnya tajam dan rasanya kurang pedas. Jahe ini banyak dikonsumsi selagi segar atau diolah untuk bumbu masak.

  1. Jahe putih kecil atau jahe emprit

Nama lain dari jahe jenis ini adalah jahe sunti atau jahe emprit. Jahe ini memiliki potongan melintang berwarna putih kekuningan, berbentuk agak pipih, berserat lembut, dengan aroma yang agak tajam, dan rasa yang pedas.

Umumnya jahe putih kecil dipanen dalam keadaan tua. Jenis jahe ini memiliki rasa lebih pedas dibandingkan jahe gajah. Alasannya karena jahe putih kecil memiliki kandungan minyak atsiri yang lebih banyak daripada jahe gajah. (*)

Editor: Rachman Wahid