5 Kedai Kopi Paling Cozy di Solo

Akurasi.id – Kedai kopi kini gak lagi sekadar buat ngopi. Lebih dari itu, kedai kopi juga kerap jadi lokasi favorit buat chill out sekaligus menyelesaikan tugas, baik itu tugas kuliah atau kerjaan kantor. Mau tahu kedai kopi paling cozy di Solo?

Buat kamu yang berdomisili di Kota Solo dan sekitarnya, berikut ada beberapa rekomendasi kedai kopi paling cozy dan enak banget buat nugas. Cobain datang ke sini deh, dijamin bakalan betah! Dilansir dari idntimes.com, Senin (6/9/2021).

  1. Green House Coffee & Eatery

Berbeda dengan kedai kopi pada umumnya yang mengusung warna abu-abu, putih, atau hitam, Green House Coffee & Eatery hadir dengan nuansa serba hijau. Puluhan tanaman yang menghuni kedai kopi ini bikin adem suasana.

Green House Coffee & Eatery menyediakan ruangan indoor dan semi-outdoor. Kamu bisa pilih style meja kayu, rotan, maupun meja bar. Setiap sudut kedai Green House sungguh nyaman buat nugas.

Alamat: Jalan Siwalan Nomor 45, Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, Kota Solo

  1. Pinara Coffee

Buka setiap hari dari jam 08.00 WIB hingga 20.00 WIB, Pinara Coffee adalah lokasi yang tepat ketika kamu harus menyelesaikan deadline saat akhir pekan. Didukung vibes yang hangat dan nyaman, kamu bisa tetap rileks meski tugas menanti.

Kehangatan semakin terasa karena interior Pinara Coffee memadukan furnitur berbahan kayu dengan warna hitam dan putih. Tersedia ruangan indoor, outdoor, hingga smooking room buat kamu yang pengin nugas di Pinara Coffee.

Alamat: Jalan Kebangkitan Nasional Nomor 85, Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Kota Solo

  1. Kayu Manis Coffee & Steak

Nugas kamu minggu ini adalah meeting sama klien? Ajak saja klien kamu tersebut untuk ketemuan di Kayu Manis Coffee & Steak. Suasana indoor-nya yang didesain mirip living room bikin kedai kopi ini cocok banget buat mengadakan meet-up.

Yang bikin unik, keseluruhan sudut Kayu Manis Coffee & Steak lebih mirip rumah mewah tempo dulu dengan sentuhan modern. Furnitur jadul seperti lemari, meja-kursi, dan cermin sukses berkolaborasi dengan coffee bar yang futuristis.

Alamat: Jalan Slamet Riyadi Nomor 158, Kelurahan Timuran, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo

  1. Tanaku Kopi

Tanaku Kopi terbilang spesial karena memiliki ruangan tersendiri khusus buat nugas. Semacam co-working space di Tanaku Kopi tersebut memiliki banyak soket listrik dan tentunya akses Wi-Fi yang memadai.

Biar acara nugasmu di Tanaku Kopi makin bergairah, jangan lupa pesan secangkir kopi beserta camilan croffle yang punya beberapa varian rasa. Mulai dari choco cheese, original butter, kacang, dan srikaya.

Alamat: Jalan Yosodipuro Nomor 11, Kelurahan Ketelan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo

  1. Sang Ndoro Kopi

Meskipun gak punya area khusus sebagai coworking space, tetapi Sang Ndoro Kopi menyediakan soket listrik di setiap meja pengunjung. Tempatnya yang sederhana, tapi nyaman, memungkinkan kamu lebih fokus merampungkan tugas.

Kelar nugas di Sang Ndoro Kopi, nge-chill sejenak di area outdoor kedai bakal langsung melemaskan pikiranmu yang semula tegang. Kamu yang doyan kopi Americano, wajib cobain Americana yang menjadi signature drink Sang Ndoro Kopi.

Alamat: Jalan Tirtosari Nomor 24, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo

Nah, sekarang gak bingung lagi, kan cari kedai kopi paling cozy di Kota Solo yang nyaman buat menyelesaikan tugas? Tetap semangat kejar deadline, ya! (*)

Editor: Yusva Alam

 

 

Beberapa Rekomendasi Pilihan Kuliner Khas Kotabaru

Beberapa Rekomendasi Pilihan Kuliner Khas Kotabaru

Akurasi.id – Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khasnya masing-masing yang menjadi pembeda dari daerah lain, mulai dari tempat wisata yang menarik hingga ragam piliihan kuliner yang lezat. Kota Kotabaru juga termasuk menjadi salah satunya. Berikut kuliner khas Kotabaru.

Kotabaru merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan. Kabupaten yang terdiri dari kurang lebih 140 pulau besar dan kecil ini begitu memaksimalkan kekayaan alam yang dimilikinya. Hal itu dibuktikan lewat ragam kuliner khas Kotabaru yang sebagian besar bahan bakunya berasal dari laut.

Kira-kira apa saja hidangan khas Kotabaru yang wajib kamu cicipi? Yuk, cari tahu! Dilansir dari idntimes.com, Rabu (18/08/2021).

  1. Sagon bakar

Selain kaya akan hasil lautnya, di Kotabaru juga banyak tumbuh pohon kelapa. Oleh masyarakat setempat, kelapa dijadikan sebagai olahan khas yang lezat, yaitu sagon bakar.

Camilan ini terbuat dari kelapa yang masih muda, tepung kanji, telur, dan gula. Kemudian semua bahan tersebut dicampur hingga menjadi adonan. Setelah itu, adonan dimasak dengan cara dipanggang hingga menjadi kering.

  1. Jepa ubi kayu

Jika diperhatikan dengan seksama, tampilan jepa ubi kayu hampir sama dengan sagon bakar tetapi bentuknya lebih lebar dan pipih dan teksturnya lembut. Hidangan ini terbuat dari ubi kayu atau singkong dan parutan kelapa.

Jepa ubi kayu bisa dimakan langsung sebagai camilan dengan cara dicocol ke gula merah atau dijadikan sebagai menu pengganti nasi.

  1. Kerupuk udang

Bagi masyarakat Indonesia, kerupuk merupakan kudapan pelengkap yang bisa meningkatkan cita rasa hidangan utama. Setiap daerah biasanya memiliki jenis kerupuk khasnya masing-masing. Tak mau kalah, Kota Kotabaru di Kalimantan Selatan juga terkenal dengan kerupuk udangnya.

Seperti namanya, bahan dasar kerupuk ini berasal dari udang yang dicampur dengan tepung, telur, bawang putih, dan garam. Kerupuk udang khas Kotabaru memiliki cita rasa yang lebih gurih dan tekstur yang lebih renyah.

Dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pilihan oleh-oleh untuk keluarga di rumah, biasanya kerupuk udang dijual dalam bentuk yang masih mentah. Meski begitu, banyak juga penjual kerupuk udang yang siap santap.

  1. Rumput laut kering

Hasil laut Kotabaru tak hanya terbatas di aneka olahan hewan lautnya saja. Rumput laut menjadi salah satu contohnya. Bahkan, rumput laut kering menjadi salah satu makanan khas yang populer Kota Kotabaru.

Rumput laut kering ini biasanya menjadi bahan yang pangan yang ada di dalam macam-macam jajanan seperti es kelapa, es buah, es kopyor, dan lain-lain.

Jangan khawatir saat memilih rumput laut kering sebagai oleh-oleh karena bahan pangan ini dapat bertahan lama dan tidak mudah busuk. Cara menggunakan rumput laut kering sebelum diolah menjadi aneka hidangan kesukaan kamu pun terbilang cukup mudah. Kamu hanya perlu merendam rumput laut dengan air matang dan bersih semalaman supaya air meresap.

  1. Cumi-cumi kering

Selain rumput laut, Kota Kotabaru juga terkenal lewat olahan cumi-cumi kering. Cumi-cumi kering yang wajib dibeli sebagai oleh-oleh khas Kotabaru ini dapat diolah menjadi berbagai macam hidangan tanpa khawatir cepat busuk karena dapat bertahan lama.

Wisatawan yang ingin membelinya bisa datang langsung ke perkampungan nelayan yang terletak di sekitar pantai Gedambaan Sarang Tiung.

Nah, itulah kuliner khas Kotabaru yang sayang untuk dilewatkan saat berkunjung ke sana. Kalau kebetulan mampir ke kota ini, jangan lupa beli, ya! (*)

Editor: Yusva Alam

 

Ada Ratusan Jenis Sate di Nusantara, Terbanyak dari Yogyakarta

Ada Ratusan Jenis Sate di Nusantara, Terbanyak dari Yogyakarta

Akurasi.id – Tidak hanya memiliki beragam macam suku dan bahasa, Indonesia juga memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa. Salah satunya adalah sate, yang memiliki beragam jenis, bahan, serta bumbu yang digunakan. Terhitung ada ratusan jenis sate di nusantara.

Pakar kuliner Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Murdijati Gardjito dalam penelitiannya mengungkapkan, sate atau satai dapat ditemui di hampir semua daerah di Indonesia. Namun, bahan dan bumbu yang digunakan pada tiap-tiap daerah berbeda, menyesuaikan dengan kemudahan bahan dan bumbu tersebut ditemukan. Menurutnya, ada ratusan jenis sate di nusantara.

“Terdapat 252 ragam sate dan hanya 175 ragam sate yang diketahui asal-usulnya dan 77 ragam sate tidak diketahui asal-usulnya. Yogyakarta merupakan daerah yang paling
banyak ragam satenya,” ungkapnya pada Kamis (12/8/2021), dilansir dari idntimes.com, Sabtu (14/08/2021).

  1. Asal usul sate

Murdijati menjelaskan, jika dilihat istilah sate ini berasal dari Minnan-Tionghoa, yakni “sa-tae-bak” yang berarti tiga potong daging. Biasanya sate terdiri dari 4 potong daging atau lebih, namun orang Tionghoa hanya menggunakan tiga potong daging pada setiap tusuknya.

Di dalam versi yang lain, sate ini berasal dari bahasa Tamil (Kruger, 2014). Ada pula yang mengatakan bahwa pada awal abad ke-19, perantau dari Arab dan Gujarat masuk ke Indonesia yang kemudian mempengaruhi seni dapur dan hidangan nusantara, yakni hidangan berbahan dasar daging kambing dan domba. Dari sinilah sate mulai berkembang, seiring dengan mulai bermunculannya pedagang-pedagang di Jawa yang menjajakan sate di pinggir jalan.

Kemudian, pada akhir abad ke-19, perantau Jawa dan Madura membawa sate menyeberangi Selat Malaka menuju Malaysia, Singapura, dan Thailand. Saat itulah sate semakin dikenal, bersamaan dengan perpindahan pendatang Melayu dari daerah Hindia Belanda menuju Afrika Selatan. Sate kemudian dikenal dengan sebutan sosatie (Ketaren, 2014).

“Sehingga bila dirunut asal-usul sate, dapat dikatakan bahwa penyebaran sate dimulai dari Jawa yang kemudian menyebar ke seluruh Indonesia,” paparnya.

  1. Bahan dan bumbu yang sering digunakan untuk membuat sate

Lebih lanjut, Murdijati menjelaskan untuk bahan-bahan yang digunakan untuk membuat sate pada umumnya berupa daging hewan, seperti daging ayam, sapi, kambing, kelinci, kerbau, kuda, dan babi. Tidak hanya dagingnya, bagian lain pada hewan seperti seperti usus, lidah, hati, babat, dan sebagainya juga sering digunakan.

Selain dari daging hewan, tidak jarang bahan lain seperti telur, ikan, kerang, keong, dan udang juga digunakan. Bahkan seiring meluasnya variasi sate di nusantara, bahan nabati seperti tempe, tahu, jamur, sayur dan buah juga digunakan sebagai bahan pembuatan sate. Sedangkan bumbu yang digunakan adalah bawang putih, bawang merah, cabai merah, dan garam, yang kemudian disiram dengan saus kacang dan kecap manis serta diberi taburan bawang merah goreng di atasnya.

“Sepiring sate paling nikmat dimakan bersama dengan sepiring lontong, namun dapat pula dinikmati dengan sepiring nasi putih,” katanya.

  1. Hampir semua daerah kuliner Indonesia memiliki ragam sate

Setelah dilakukan penelusuran asal-usul daerah kuliner, Murdijati menemukan jika dari 252 ragam sate, yang jelas asal-usulnya sebanyak 175 ragam saja. Sementara itu, 77 ragam sate lainnya tidak dapat ditelusuri asal-usulnya.

Setelah ditelisik lebih jauh, 175 ragam sate tersebut berasal dari 32 daerah kuliner dari 34 daerah di seluruh nusantara (94,11 persen). Hal ini menunjukkan bahwa hampir di semua daerah kuliner Indonesia yang memiliki ragam sate kuliner masing-masing. Sementara itu, dua daerah kuliner yakni Lampung dan Mandar tidak memiliki ragam sate yang biasa dimasak oleh masyarakat. Lalu, jika dilihat dari sebarannya, ragam sate paling banyak terdapat di Pulau Jawa, sebanyak 100 ragam sate atau 57,14 persen dari keseluruhan sate yang terdata di Indonesia.

“Daerah kuliner yang memiliki jumlah ragam sate paling banyak yaitu Yogyakarta sebanyak 21 ragam sate, Semarang 12 ragam sate, serta Bali dan Pekalongan masing-masing sejumlah 11 ragam sate,” paparnya.

  1. Bahan hewani paling banyak digunakan

Lebih lanjut, Murdijati menjelaskan jika dari 175 ragam sate yang berhasil dilakukan pendataan, ada sebanyak 85 variasi bahan yang digunakan. Untuk bahan nabati yang digunakan ada sebanyak 14 atau 16,67 persen. Sementara itu, sate dari bahan hewani ada sebanyak 70 atau 83,33 persen.

Dari bahan hewani, sapi menjadi hewan ternak yang paling banyak digunakan, yakni sebanyak 107 atau 61,14 persen. Lalu, posisi kedua ada ayam sebanyak 42 atau 24 persen. Setelahnya adalah ikan-ikanan sebanyak 29 atau 16,57 persen.

Lalu, dari bahan nabati, bahan yang sering digunakan adalah tempe kedelai sebanyak 10 atau 5,72 persen. Tempe gembus sebanyak 2 atau 1,14 persen. Jamur kuping 2 atau 1,14 persen, serta jamur tiram sebanyak 2 atau 1,14 persen.

“Ragam bumbu (selain garam) yang digunakan pada berbagai macam sate Indonesia yaitu sebanyak 66 jenis bumbu,” jelasnya. (*)

Editor: Yusva Alam

10 Tempat Makan di Lebak, Bikin Makan Jadi Seru

10 Tempat Makan di Lebak, Bikin Makan Jadi Seru

Akurasi.id – Lebak merupakan sebuah kabupaten yang berada di provinsi Banten yang memiliki wisata alam yang aduhai. Gak hanya itu, Lebak juga menjadi tujuan wisata kuliner loh. Beberapa tempat makan di Lebak bikin wisata kulinermu makin seru.Saat kamu berencana untuk berlibur ke Lebak, ada beberapa tempat makan yang bisa menjadi tujuan kamu. Semua dijamin bikin wisata kuliner kamu makin seru.

Berikut 10 tempat makan di Lebak yang wajib kamu datangi, dilansir dari idntimes.com, Sabtu (14/08/2021).

  1. Rumah Makan Ramayana Rangkasbitung

Rumah makan yang berlokasi di JL Multatuli, No. 71, Muara Ciujung Bar., Kec. Rangkasbitung, Kab. Lebak ini menyediakan menu utama yaitu sate,

Satenya sangat bervariasi mulai dari sate kambing, sate ayam, sop kambing, sop kambing, sopayam, es cendol, dan sop buntut. Rumah makan ini buka dari jam 08.00 – 21.00, harganya masih terbilang cukup murah dan kualitasnya tidak perlu diraukan lagi karena udah pasti enak.

  1. Rumah Makan Parahiangan

Rumah makan khas sunda ini berada di Jl. Sunan Kalijaga No.209, Muara Ciujung Tim., Kec. Rangkasbitung, Kab. Lebak.

Menu yang disajikan meliputi sop daging sapi, sayur asem, bakso, mies ayam, bakso, berbagai olahan daging ayam, gudeg, kikil, sate bandeng, dan masih banyak lagi. Rumah makan ini buka dari jam 08.00 – 22.00.

  1. Rumah Makan Cijati

Rumah makan cijati berlokasi Jl. Raya Rangkasbitung Pandeglang No.1000, Warunggunung, Kec. Cibadak, Kab. Lebak.

Konsep rumah makan ini lesehan yang menyajikan masakan khas sunda. Menu yang tersedia adalah ayam bakar, ikan bakar, gurame asam manis, nasi liwet, pete, capcay, sop ikan dan aneka minuman lainnya. Rumah makan Cijati buka dari jam 09.00 – 21.00.

  1. Rumah Makan Rahaya

Restoran ini beada di Bar., Muara Ciujung Bar., Kec. Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. Lokasinya ditengah-tengah kota sehingga rumah makan ini sangat strategis. Menu yang disajikan merupakan masakan khas sunda seperti nasi liwet, ayam bakar kecap, bebek cabai hijau, kelapa hijau dan masih banyak lagi. Beroperasi setiap hari dari jam 10.00 – 21.00.

  1. Ayam Gepuk Pak Gembus

Ayam gepuk berlokasi di Jl. Multatuli No.95, Muara Ciujung Bar., Kec. Rangkasbitung, Kab. Lebak, Banten. Kamu yang suka pedas wajib banget untuk berkunjung ke sini.

Menu yang ditawarkan hanya olahan ayam tetapi yang menarik adalah sambal bawangnya, sambali ini sangat terkenal karena pedasnya dan juga sangat gurih. Kamu juga bisa makan dengan sate yang tersedia di rumah makan ini.

  1. D Vara Cafe

Rumah makan ini berlokasi Jl. Rt Hardiwinangun No.16, Muara Ciujung Tim., Kec. Rangkasbitung, Kab. Lebak. Menu yang disajikan sangat banyak mulai dari nasi goreng,  bebek, ikan, sup, soto, sate taichan, steak, aneka minuman seperti fresh milk, jus, milkshake dan masih banyak lagi. D vara cafe buka dari jam 09.00 – 00.00.

  1. Rumah Makan Aqaba

Rumah makan aqaba menyediakan makanan khas sunda. Adapun konsep dari rumah makan ini adalah lesehan.

Lokasinya di Jl. Raya Rangkasbitung Pandeglang Km 4, No.1, RT.01/Rw01, Mekar Agung, Cibadak, Lebak. Variasi menunya sangat banyak mulai dari pepes, cumi, ikan mas, gurame, sop buntut, ayam, sate, nasi timbel, nasi goreng, nasi bakar dan masih banyak lagi. Beroperasi setiap hari dari jam 08.00 – 16.00.

  1. Rumah Makan Sunda Baranang Siang

Rumah makan ini berlokasi Jl. Raya Pandeglang KM 04, Rangkasbitung, Bojongleles, Cibadak, Kab. Lebak. Buka dari jam 10.00 – 22.00.

Menu andalan di resto ini dalah gurame, goreng, belu goreng, ayam goreng, udang goreng asam manis, aneka macam sambal, sayur dan minuman.

  1. Mie Ayam UUN

Mie ayam UUN merupakan mie ayam yang ada di Jl. Rt Hardiwinangun No. 35, Muara Ciujung Bar, Kec. Rangkasbitung, Kab. Lebak. Tekstur dari mie ayam ini kenyal dan bentuknya kecil-kecil, rasanya sangat legit. Selain menjual mie ayam, rumah makan ini menjual ayam bakar, kwetiau goreng, bihun goreng dan masih banyak lagi. Mie ayam uun buka dari jam 08.00 – 20.00.

  1. Labbaik Chicken

Labbaik chicken merupakan ayam krispi yang berada di Jl. Multatuli No. 25a, Muara Ciujung Bar, Kec. Rangkasbitung, Kab. Lebak. Menjual beberapa makanan cepat saji seperti ayam krispi, burger, kentang, dan minuman. Labbaik chicken beroperasi dari jam 08.00 – 18.00.

Itu dia beberapa tempat makan di Lebak, terlihat sangat menggiurkan sekali ya jadi tidak sabar untuk mencicipinya. (*)

Editor: Yusva Alam

5 Resep Kreasi Ikan Tongkol yang Enak

5 Resep Kreasi Ikan Tongkol yang Enak

Akurasi.id – Punya stok ikan tongkol di rumah, tapi lagi bingung mau masak apa? Tenang, kamu bisa mengolah ikan tongkol menjadi berbagai hidangan lezat, lho. Sebab, cara memasaknya praktis dan mudah dipadukan dengan berbagai bumbu. Begini resep kreasi ikan tongkol yang bisa dicoba di rumah.

Di antaranya seperti lima resep berikut yang bisa kamu jajal. Kenikmatannya bikin kamu ogah bagi-bagi, deh. Yuk, simak resep kreasi ikan tongkol, dilansir dari idntimes.com, Sabtu (14/08/2021).

  1. Tongkol suwir pedas

Bahan-bahan:

  • 500 gram ikan pindang tongkol
  • 2 ruas lengkuas, geprek
  • 2 ruas jahe, geprek
  • 1 batang serai, geprek
  • 8 cabai rawit, iris
  • 3 cabai merah keriting, iris
  • 2 lembar daun jeruk, robek-robek
  • garam dan gula secukupnya
  • kaldu jamur bubuk secukupnya
  • minyak goreng untuk menumis

Bumbu halus:

  • 6 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 2 cabai merah keriting

Cara membuat:

  1. Cuci bersih ikan tongkol, lalu goreng setengah matang. Suwir-suwir sesuai selera.
  2. Panaskan minyak dan tumis bumbu halus hingga harum. Tambahkan lengkuas, jahe, serai, cabai rawit, cabai merah keriting, dan daun jeruk. Aduk merata.
  3. Masukkan ikan tongkol suwir. Beri gula, garam, dan kaldu jamur bubuk. Aduk kembali.
  4. Jangan lupa koreksi rasa, lalu sajikan tongkol suwir pedas dengan nasi hangat.
  1. Pepes ikan tongkol

Bahan-bahan:

  • 400 gram ikan pindang tongkol, bersihkan
  • 1 ikat daun kemangi, siangi
  • 1 sdm minyak goreng
  • daun pisang secukupnya

Bumbu halus:

  • 6 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 4 buah cabai rawit
  • 1 buah cabai merah keriting
  • 4 butir kemiri
  • 1 ruas jahe
  • 1 ruas kunyit
  • 1 ruas lengkuas
  • 1 buah tomat merah
  • gula dan garam secukupnya

Cara memasak:

  1. Potong-potong ikan tongkol sesuai selera.
  2. Campurkan potongan ikan tongkol dengan bumbu halus, lalu aduk rata.
  3. Tambahkan minyak goreng. Aduk kembali.
  4. Siapkan lembaran daun pisang. Letakkan ikan tongkol yang telah dibumbui di atasnya.
  5. Tambahkan daun kemangi secukupnya, lalu bungkus dan sematkan dengan lidi atau tusuk gigi. Lakukan sampai ikan tongkol habis.
  6. Kukus selama kurang lebih 30 menit. Angkat dan sajikan pepes ikan tongkol.
  1. Tongkol santan pedas

Bahan-bahan:

  • 3 keranjang ikan tongkol pindang
  • 2 saset santan instan
  • 1 batang serai, geprek
  • 2 lembar daun salam
  • 1 ruas lengkuas, geprek
  • 2 papan petai
  • 1 batang daung bawang, iris sesuai selera
  • gula dan garam secukupnya
  • kaldu bubuk secukupnya
  • 300 ml air

Bumbu halus:

  • 6 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 5 cabai rawit atau sesuai selera
  • 5 cabai merah keriting atau sesuai selera

Cara membuat:

  1. Bersihkan ikan tongkol, buang kulitnya dengan cara mengerok pakai pisau.
  2. Cuci sampai bersih, kemudian goreng sampai setengah garing.
  3. Tumis bumbu halus sampai tercium aroma wangi.
  4. Masukkan serai, daun salam, lengkuas. Aduk hingga layu.
  5. Tambahkan air dan masak sampai mendidih.
  6. Masukkan ikan dan petai, lalu beri gula, garam, dan kaldu bubuk. Aduk kembali.
  7. Masukkan santan instan dan potongan daun bawang, aduk merata.
  8. Tongkol santan pedas siap dihidangkan.
  1. Tongkol kecap

Bahan-bahan:

  • 1/2 ekor ikan tongkol segar
  • 4 siung bawang merah, iris tipis
  • 3 siung bawang putih, iris tipis
  • 10 cabai rawit utuh
  • 1 batang serai, geprek
  • 3 lembar daun jeruk, sobek-sobek
  • 2 ruas lengkuas, geprek
  • 1 buah tomat, potong-potong
  • 2 sdm kecap manis
  • garam secukupnya
  • lada secukupnya
  • 200 ml air

Cara memasak:

  1. Bersihkan ikan tongkol. Potong-potong sesuai selera, lalu goreng setengah garing.
  2. Tumis bawang merah dan bawang putih sampai tercium harum. Masukkan serai, daun jeruk, dan lengkuas. Aduk-aduk hingga merata.
  3. Tambahkan cabai rawit utuh, lalu aduk kembali.
  4. Masukkan ikan tongkol yang sudah digoreng, lalu beri kecap manis, garam, lada, dan air. Aduk sampai tercampur rata dan bumbu meresap.
  5. Masukkan potongan tomat, aduk-aduk kembali. Kalau sudah, matikan api.
  6. Tongkol kecap siap dinikmati.
  1. Asam padeh tongkol

Bahan-bahan:

  • 1 kg ikan tongkol segar
  • 1 buah jeruk nipis
  • 2 lembar daun salam
  • 2 ruas lengkuas, geprek
  • 2 ruas jahe, geprek
  • 2 batang serai, geprek
  • 3 lembar daun jeruk
  • 1 lembar daun kunyit, ikat
  • 3 buah asam kandis atau asam jawa
  • 5 buah belimbing wuluh, potong-potong
  • 600 ml air
  • gula dan garam secukupnya
  • kaldu jamur bubuk secukupnya
  • minyak untuk menumis

Bumbu halus:

  • 10 siung bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 3 butir kemiri
  • 5 buah cabai merah keriting
  • 10 buah cabai rawit
  • 2 ruas kunyit

Cara memasak:

  1. Bersihkan ikan tongkol, potong-potong sesuai selera. Kucuri dengan air perasan jeruk nipis, lalu diamkan sebentar. Bilas sampai bersih.
  2. Tumis bumbu halus hingga harum. Tambahkan daun salam, lengkuas, jahe, serai, daun jeruk, daun kunyit, dan asam kandis. Aduk-aduk merata.
  3. Masukkan air, lalu masak sampai mendidih.
  4. Beri gula, garam, dan kaldu jamur bubuk. Koreksi rasanya.
  5. Masukkan ikan tongkol, lalu masak hingga bumbu meresap dan kuah agak menyusut. Bolak-balik ikan supaya matang merata.
  6. Tambahkan potongan belimbing wuluh, masak sampai sedikit layu.
  7. Asam padeh tongkol siap dinikmati.

Itulah lima resep kreasi ikan tongkol yang bisa jadi inspirasi menu harianmu. Dijamin semua pasti suka, deh! Jadi, mau masak yang mana dulu, nih? (*)

Editor: Yusva Alam

8 Kuliner Khas Lebak Banten untuk Oleh-Oleh

Akurasi.id – Provinsi Banten menjadi salah satu provinsi yang wilayahnya didiami oleh penduduk dari berbagai latar belakang. Selain karena kekayaan alam yang melimpah, Banten juga memiliki ragam jenis oleh-oleh yang amat disukai oleh penduduk sekitar maupun pendatang dari luar. Ini kuliner khas Lebak Banten.

Dilansir dari idntimes.com, Sabtu (07/08/2021), oleh-oleh yang paling disukai umumnya adalah oleh-oleh khas Kabupaten Lebak. Selain karena keunikannya, oleh-oleh ini juga tidak sulit ditemukan. Nah, kira-kira apa aja sih oleh-oleh kuliner khas Lebak Banten yang paling disukai? Yuk, kita cari tahu.

  1. Bakso ikan malingping

Kamu suka dengan kuliner, gak boleh melewatkan oleh-oleh satu ini: bakso ikan malingping. Oleh-oleh ini berbahan dasar daging ikan yang dioah sampai membentuk bola bakso.

Ditambah, bakso ini terjamin kualitasnya karena memang tidak memakai bahan pengawet sama sekali saat proses membuatnya.

  1. Emping melinjo dan keceprek

Keripik khas Lebak melinjo ini lebih tebal dari yang biasanya ditemukan di tempat lain, namun ukurannya bervariasi, ada yang lebar dan ada yang kecil. Proses pembuatannya pun cukup kompleks.

Melinjo, atau tangkil yang telah dipisahkan dari kulitnya kemudian dipanggang, dipipihkan dengan batu, dan dijemur. Keceprek juga terbuat dari melinjo, tapi tidak harus dipipihkan. Makanan ini cukup dihaluskan atau dikeprek sekali dan biasanya disajikan secara goreng ataupun remus kemudian dijual dijual goreng atau rebus.

  1. Leumeung

Oleh-oleh khas Lebak ketiga  juga berasal dari Malingping, yaitu Leumeung, makanan ini terbuat dari beras ketan dicampur kacang tanah, santan dan dipanggang di bambu. Keistimewaan yang menjadi daya tarik Leumeung ini adalah prosesi dan cara masaknya yaitu menggunakan bantu yang kemudian dibakar hingga kering. Pokoknya kalau lagi main ke Lebak, oleh-oleh khas ini harus masuk daftar list kamu, ya!

  1. Gula Aren Batok Khas Lebak

Oleh-oleh khas Lebak selanjutnya adalah gula aren batok. Jika melihat bentuknya, gula aren batok ini memang berbeda dengan gula-gula pada umumnya yang dijual di pasaran.

Gula batok khas lebak ini memiliki struktur yang lebih padat serta warna coklat tua yang lebih pekat. Kelebihannya, gula aren batok ini terbilang tahan lama, lho! Jadi kamu tidak perlu khawatir jika ingin menyimpan oleh-oleh yang satu ini dalam waktu lama.

  1. Opak

Jika berkunjung ke Banten, wajib untuk memboyong oleh-oleh yang satu ini. Yap, betul sekali yaitu opak lebak. Opak khas Lebak memiliki tekstur yang kering dan renyah seperti cookies yang sering dijumpai. Opak khas lebak juga terbagi menjadi 2 jenis yaitu opak ketan dan opak yang berbahan dasar singkong.
Opak biasanya disantap untuk penyajiannya dengan lauk nasi dan lauk pauk, makanan khas Banten ini biasa dihidangkan pada acara-acara perayaan di hari besar.

  1. Angeun Lada

Angeun lada merupakan kuliner yang dibawa oleh masyarakat Sunda ke daerah Serang bagian selatan, Pandeglang, dan kabupaten Lebak.  Biasanya hidangan ini disajikan saat hari-hari perayaan penting seperti hari lebaran ataupun acara yang cukup sakral.

Nama makanan ini merupakan gabungan dari kata “angeun” yang berartikan sayur dan “lada” yang bermakna pedas. Nah, dari arti kedua kata itu, kamu bisa menebak, makanan ini merupakan sayuran yang pedas.

Angeun Lada berbahan dasar babat sapi yang dimasak bersamaan dengan berbagai macam bumbu rempah-rempah. Sayur pedas ini bisa kamu temukan di warung-warung makan sekitar Banten.

  1. Kue Pasung

Oleh-oleh yang juga paling disukai di Lebak berikutnya adalah kue pasung. Bentuk dan  rasa kuliner satu ini unik loh. Sebenarnya kue pasung ini mirip dengan kue jojorong karena bahannya. Namun, jika kue jojorong dikemas dalam bentuk kotak, kue pasung dibungkus dengan bentuk corong.

Kue ini terbuat dari campuran tepung beras dan gula merah. Kue pasung memiliki dua adonan dengan bahan dan olahan yang berbeda. Adonan pertama dibuat dari tepung beras dan gula merah, sedangkan adonan kedua adalah campuran tepung sagu dan santan agar kue ini terasa lebih kenyal. Keliatannya lezat banget, kan?

  1. Gipang

List terakhir untuk rekomendasi oleh-oleh khas Lebak yang paling disukai adalah Gipang. Jajanan khas Banten ini juga cocok dijadikan sebagai oleh-oleh saat berkunjung ke Banten.

Gipang sendiri terbuat dari beras ketan dan gula, sehingga memiliki cita rasa yang kaya dan terkombinasi antara renyah, lengket, manis, dan juga gurih. Dijamin bakal ketagihan.

Aneka oleh-oleh khas Lebak di atas merupakan daftar yang bisa jadi referensi kamu ketika berencana untuk membeli oleh-oleh di Kawasan Kabuaten Lebak. Kira-kira yang mana yang kamu sukai? (*)

Editor: Yusva Alam

Wajib Dikunjungi di Bogor! 5 Kafe dengan View Pegunungan

Wajib Dikunjungi di Bogor! 5 Kafe dengan View Pegunungan

Akurasi.id – Bogor merupakan destinasi yang paling sering dikunjungi oleh masyarakat lokal, khususnya warga ibukota. Selain untuk menghilangkan penat, udara yang sejuk serta pemandangan gunung menjadi daya tarik Bogor. Salahsatu yang dapat dikunjungi adalah kafe dengan view pegunungan.

Tak perlu berwisata menginap jika ingin melihat pemandangan dan udara sejuk. Kamu bisa mampir ke deretan kafe di Bogor ini untuk menikmati hal tersebut. Banyak Kafe dengan view pegunungan, yuk, mampir! Dilansir dari idntimes.com, Sabtu (07/08/2021).

  1. De’Kendor Hambalang

Bagi kalian yang ingin kencan dengan budget terbatas, kafe yang ini cocok untuk dikunjungi. Bukan seperti kafe kekinian dengan interior yang elegan, di sini kalian akan diajak menikmati pemandangan di rooftop dengan udara yang sejuk.

De’kendor Hambalang berlokasi di Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Bogor, Jawa Barat.

  1. Tremonti Sky Lounge

Kafe yang cocok dijadikan tempat untuk menikmati pemandangan indah di Bogor selanjutnya adalah Tremonti Sky Lounge.

Restoran yang berada di sebuah rooftop ZIA Agria Hotel ini sedang populer di kalangan anak muda. Restoran ini menyajikan pemandangan yang cocok untuk cuci mata. Terlebih di saat malam hari, ketika cahaya matahari digantikan oleh lampu kuning yang membuat suasana semakin romantis.

Tremonti Sky Lounge berlokasi di Rooftop ZIA Agria Hotel Lantai 7, Jl. Raya Tajur No. 612, Bogor Timur, Jawa Barat.

  1. Nicole’s Kitchen & Lounge

Nicole’s Kitchen & Lounge merupakan kafe dengan nuansa minimalis namun tetap mewah dengan dominasi warna putih.

Uniknya, menu makanan di sini didominasi makanan khas Thailand yang sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Jika berkunjung ke sini, cobalah menu Tom Yam Talay dengan topping jamur, cumi serta udang.

Nicole’s Kitchen & Lounge berlokasi di Kampoeng Brasco, Jl. Hanjawar No. 1, Bogor, Jawa Barat.

  1. Leuweung Kopi

Leuweung Kopi tidak berada di tengah hutan atau di atas puncak, namun suasana yang ditawarkan tak kalah indah. Kalian akan disambut dengan pepohonan hijau nan rimbun serta pemandangan Gunung Salak yang menjulang.

Menu andalan di tempat ini adalah Kopi Hideung alias kopi hitam. Uniknya, kopi yang disajikan di tempat ini berasal dari perkebunan biji kopi yang berasal dari 9 gunung di Jawa Barat.

Jika ingin berkunjung, Leuweung Kopi terletak di Tamansari, Kec. Tamansari, Bogor, Jawa Barat.

  1. Edensor Hills Cafe & Resto

Dengan gaya interior khas Eropa, Edensor Hills Cafe & Resto patut kamu kunjungi. Menu yang mereka sediakan juga beragam, mulai dari kopi hingga makanan khas western. 

Edensor Hills Cafe & Resto berlokasi di Jl. Air Terjun No. 11, Bojong Koneng, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Nah, kafe mana dulu yang ingin kamu kunjungi, nih, nanti selepas PPKM berakhir? Jangan lupa, gunakan masker dan jaga jarak selalu, ya, jika berkunjung ke sana. (*)

Editor: Yusva Alam

Favorit, Ini 10 Tempat Makan di Majalengka

Favorit, Ini 10 Tempat Makan di Majalengka

Akurasi.id – Majalengka memang terkenal dengan kota angina sehingga udara di daerah sana sangat sejuk dan menyegarkan. Karena itu, banyak sekali tempat makan di Majalengka yang memberikan nuansa alam agar kamu bisa menikmati makanan tersebut sambil merasakan hembusan angin yang kencang.

Dilansir dari idntimes.com, Rabu (04/08/2021), berikut 10 rekomendasi tempat makan favorit di Majalengka yang siap manjakan lidah kamu, di jamin ga bisa berhenti ngunyah.

  1. Saung Syuro Majalengka

Tempat makan yang pertama ada Saung Syuro Majalengka, berlokasi di Jalan Pejuang No.45 Cicurug Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Tempat makan ini buka mulai pukul 09.00 – 21.00WIB. Menu makanan yang disajakan merupakan khas Sunda seperti ikan gurame, sayur asam, tempe mendoan, tahu mendoan dan masih banyak lagi. Konsep makan di saung ini lesehan dikelilingi oleh pepohonan.

  1. Pondok Dahar Pak H.M. Djaja

Pondok Dahar berlokasi di Jalan Pejuang No.45, Sindangkasih, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Tempat makan ini dekat dengan kolam ikan munjul. Konsep dari tempat makan ini lesehan yang menyajikan makanan khas sunda.

Tempat ini cocok untuk kamu yang ingin makan dengan keluarga besar karena sangat luas. Menu makanan yang disajikan sangat banyak mulai dari aneka ikan seperti ikan gurame, ikan emas, ikan mujaer, ayam kampung,  sayur asem dan berbagai minuman. harga untuk minuman mulai dari Rp. 2.000 dan makanan mulai dari 15.000.

  1. Sawah Aki

Tempat makan yang udah ada sejak tahun 2009 ini sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Kuliner yang disajikan merupakan makanan khas Sunda yang menyediakan iga bakar, ikan bakar, seafood, dan berbagai macam makanan minuman. Lokasinya ada di Jalan Pejuang No. 45, Sindangkasih, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Tempat makan ini sangat luas sehingga cocok sekali untuk makan besar bersama keluarga, fasilitasnya juga banyak khususnya untuk anak-anak terdapat prosotan dan juga ayunan.

  1. Saung Sangraja

Saung Sangraja merupakan tempat makan yang ada di Jalan Pasukan Sindangkasih No.Km.1, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Tempat makan ini memberikan nuansa yang asri Sunda serta pesawahan sehingga kita bisa makan sambil menghirup udara segar.

Tempatnya sangat instagrambable sehingga setelah makan kamu bisa sambil berfoto. Beroperasi dari pukul 09.00 – 21.00. Menu untuk makanan mulai dari Rp8.000 dan minuman Rp4.000. Pada hari kamis tempat makan ini buka 24 jam.

  1. Rumah Makan Nera

Berlokasi di Jalan Gerakan Koperasi No. 72, konsep dari rumah makan ini menyajikan makanan khas Sunda di atas kolam ikan. Buka setiap hari dari pukul 08.00 – 19.00WIB. Harga untuk makanan di sini relatif murah, menu makanan yang disajikan seperti menu untuk prasmanan, ayam goreng tulang lunak, karedok, sambel goreng ati, sup dengkil sapi, gurame asem manis dan masih banyak lagi.

  1. Kantin Jatisampay

Kantin Jatisampay berlokasi di Jalan Jatisampay No. 39, Majalengka Wetan, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Buka setiap hari dari pukul 09.00 – 21.00 untuk di hari senin sampai jumat, pukul 09.00-21.10 di hari sabtu dan 09.00-21.00 di hari minggu.

Tempat makanan ini menggunakan konsep lesehan dan menyajikan makanan seperti steak lada hitam, nasi tutug oncom,sup dan masih banyak lagi. Tempat makan ini sangat ramai sehingga kamu harus sabar-sabar menunggunya.

  1. Kedai Artha

Berlokasi di Jalan Babakan Jawa (Pasar Mambo), Majalengka Wetan, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Tema pada bangunan makanan ini mengusung tema yang modern, masakannya terkenal enak dan harganya sangat terjangkau.

Menu makanan dan minuman yang disajikan sangat bervariasi mulai dari coffee dan non coffee, jus, makanan dan juga cemilan. Harganya mulai dari Rp7.000 saja, tidak heran jika kedai ini ramai pengunjung khususnya remaja.

  1. Rumah Makan Tiga Dara

Rumah yang berlokasi di Jl. Raya K H Abdul Halim, Majalengka Kulon Kec. Majalengka, Kab. Majalengka, Jawa Barat memiliki fasilitas yang berbeda dari tempat makan lainnya. Rumah makan ini menyediakan fasilitas karaoke untuk keluarga, ruang rapat dan tempat cuci mobil. Menu makanan dan minuman disini juga cukup murah mulai dari Rp5.000 saja.

  1. Rumah Makan Mimi

Rumah makan mimi merupakan makanan yang berlokasi di Jl. Raya K H Abdul Halim No. 188, Kec. Majalengka, Kab. Majalengka, Jawa Barat. Makanan yang disajikan khas sunda yang sangat lezat, harganya juga murah. Jam operasi dari jam 08.00 – 20.00.

Makanan yang tersedia meliputi pepes belut, urab daun papaya, pepes ikan, pepes ayam, rolade, jeroan ayam dan masih banyak lagi. Harganya berkisar dari Rp2.500.

  1. Rumah Makan Djenal

Rumah Makan Djenal beralamat di Jalan Raya Talaga – Cikijing, Cicanir, Talaga, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Rumah makan ini disebut sebagai pelopor rumah makan lesehan di Majalengka.

Makanan yang disajikan banyak pilihan dan menawarkan beberapa paket mulai dari Rp12.000 sudah mendapatkan makanan dan juga minuman. Rumah makan Djenal beroperasi dari pukul 07.00 – 20.00WIB.

Nah, 10 tempat makan ini bisa kamu jadikan referensi saat berada di Majalengka. Tempat makan mana yang menjadi inceranmu? (*)

Editor: Yusva Alam

Resep Odading Kopong Empuk dan Antibantet

Resep Odading Kopong Empuk dan Antibantet

Akurasi.id – Sempat jadi viral dan banyak diburu, odading memang camilan yang gak sekadar enak tapi juga bisa jadi penunda lapar karena ukurannya yang besar dan padat. Namun ternyata gak semua suka odading yang padat ini, lho. Makanya banyak yang mencari odading kopong yang dinilai lebih empuk dan gak bantet. Ini resep odading kopong empuk dan antibantet.

Kalau kamu salah satunya, yuk, cobain resep odading kopong di bawah ini! Dilansir dari idntimes.com, Rabu (04/08/2021), rasanya gak cuma lebih lembut, tapi juga enak dinikmati selagi hangat. Yummy!

  1. Bahan yang dibutuhkan
  • 250 gram tepung protein sedang
  • 80 gram gula pasir
  • 1 butir telur
  • 1 sendok teh ragi instan
  • 1/2 sendok teh baking powder
  • 75 ml air hangat
  • 100 ml susu
  • 25 gram margarin
  • 1/4 sendok teh garam
  1. Campur bahan-bahan seperti tepung dan lainnya

Siapkan sebuah mangkuk besar. Masukkan tepung, gula, ragi, telur, baking powder, dan air hangatnya. Aduk-aduk sampai semua bahan tercampur rata.

  1. Tambahkan margarin

Tambahkan margarin ke dalam adonan tadi. Setelahnya tambahkan garam dan uleni perlahan sampai membentuk adonan yang lembut. Gak perlu diuleni terlalu lama, tapi setidaknya semua tercampur rata.

  1. Diamkan selama 30 menit atau sampai mengembang

Tunggu adonannya mengembang, setidaknya selama 30 menit. Setelahnya, ambil sedikit demi sedikit dan bentuk bulan-bulat. Setelahnya olesi dengan wijen sampai menempel di bagian atas. Biar makin mantap rasanya, jangan lupa olesi dengan susu, ya!

  1. Siapkan rolling pin dan gilas masing-masing bulatan

Siapkan rolling pin atau jika kamu gak punya, bisa menggunakan botol kaca bekas sirup, ya! Gilas masing-masing bulatan adonan tadi sampai pipih, tapi jangan terlalu tipis.

  1. Goreng menggunakan api kecil hingga sedang

Panaskan minyak dalam penggorengan, kemudian goreng odading menggunakan api kecil hingga sedang supaya tidak cepat gosong. Nah, goreng sampai warnanya berubah kuning keemasan.

Yeay, odading buatan kamu siap dinikmati selagi hangat, nih. Siapkan juga secangkir teh hangat sebagai temannya, ya! (*)

Editor: Yusva Alam

Bikin Betah! 8 Kafe di Jogja yang Sajikan Suasana Tepi Sawah

Bikin Betah! 8 Kafe di Jogja yang Sajikan Suasana Tepi Sawah

Akurasi.id – Beberapa tahun terakhir, perkembangan kafe-kafe di Jogja begitu pesat. Banyaknya anak-anak muda yang hobi nongkrong, membuat bisnis kafe cukup menjanjikan di kota pelajar ini. Konsep yang disajikan tiap kafe pun berbeda. Salah satu yang sedang marak yakni konsep suasana tepi sawah.Untuk kalian yang ingin nongkrong dan mendapatkan suasana tepi sawah bareng teman-teman, intip 8 rekomendasi kafe di bawah ini yuk! Dilansir dari idntimes.com, Senin (26/07/2021).

  1. Swalco

Swalco termasuk kafe yang masih baru. Swalco sangat cocok jadi tempat untuk sekadar nongkrong atau mengerjakan tugas. Berlokasi di Sleman, Yogyakarta, kafe ini menyajikan suasana tepi sawah. Dengan bangunan minimalis dan kaca besar di ruangan indoor, membuat para pengunjung bisa memandangi sawah dengan leluasa.

Range harga: Rp18.000-Rp28.000.

Lokasi: Jl. Cupuwatu II No.01/01, Cupuwatu II, Purwomartani, Kec. Kalasan, Kabupaten Sleman.

  1. Tepi Sawah Coffee Eatery

Sesuai namanya, kafe ini tepat berada di tepi sawah. Dengan bangunan utama berbentuk joglo, kafe ini mengusung konsep tradisional Jawa.

Tepi Sawah juga menyediakan outdoor yang pastinya seru saat dipakai untuk berkumpul dengan keluarga maupun teman. Paling pas, datang ke kafe ini saat sore hari sembari menikmati sunset.

Range harga: Rp14.000-Rp33.000

Lokasi: Jl. Sidomukti, Tiyosan, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman.

  1. Warna Kopi

Warna Kopi berada di utara Jogja. Agak jauh dari pusat kota, Warna Kopi menyajikan suasana khas pedesaan dengan ruangan indoor yang dikelilingi kaca.

Agar pengunjung semakin merasakan vibes pedesaan, kafe ini juga menyediakan outdoor dengan halaman yang luas tepat di tepi sawah. Cocok untuk nongkrong bareng kawan-kawan!

Range harga: Rp15.000-Rp25.000.

Lokasi: Jalan Palagan Tentara Pelajar Km 12,5 Gondanglutung, Gondong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman.

  1. Ivy Coffee

Ivy Coffee merupakan salah satu kafe yang cocok didatangi saat ingin nugas atau sekadar nongkrong sembari membaca buku. Dari depan, kafe ini terlihat tak terlalu besar. Tapi mereka punya outdoor yang berada di samping bangunan kafe.

Duduk di outdoor paling pas saat sore hari menikmati sunset. Tak heran, kafe ini selalu ramai karena menghadirkan vibes yang menenangkan.

Range harga: Rp15.000-Rp25.000.

Lokasi: Jl. Sidomukti, Tiyosan, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman.

  1. Marisini Coffee

Tak jauh dari Ivy Coffee, terdapat kafe dengan konsep sama yakni Marisini. Kafe ini cukup luas dengan bangunan joglo dan juga halaman yang menyediakan banyak tempat duduk.

Para anak muda maupun rombongan keluarga suka datang ke Marisini saat sore hari. Pasalnya menikmati sunset di kafe ini terasa menyenangkan sembari menyeruput kopi dan menikmati makanan ringan.

Range harga: Rp16.000-Rp32.000.

Lokasi: Jl. Sidomukti, Tiyosan, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman.

  1. Delevasi Coffee

Delevasi Coffee merupakan kafe baru yang letaknya cukup jauh dari pusat kota. Tapi kafe ini sangat cocok dipakai untuk nugas karena suasananya yang tenang.

Ditambah pemandangan sawah yang terlihat di balik kaca besar semakin mempercantik kafe ini. Tak lupa, Delevasi punya halaman belakang yang bisa jadi pilihan untuk pengunjung.

Range harga: Rp15.000-Rp25.000.

Lokasi: Jl. Kaliurang Timur No.15, Nglaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman.

  1. Terraloka

Ingin menikmati kafe yang jauh dari perkotaan? Terraloka bisa jadi pilihan untuk kalian. Berlokasi di Kabupaten Kulon Progo, kafe ini menyajikan pemandangan hamparan sawah yang begitu indah. Disarankan pengunjung datang ke kafe ini saat pagi atau sore agar bisa menikmati ruangan outdoor tanpa harus kepanasan.

Range harga: Rp18.000-Rp25.000.

Lokasi: Jl. Raya Kaligesing, Krikil, Pendoworejo, Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

  1. Padiku Eatery & Coffee

Yang terakhir ada kafe baru yang berlokasi di Sleman, yakni Padiku Eatery & Coffee. Dari depan, terlihat bangunan utama kafe yang dikelilingi persawahan. Suasana pedesaan yang dihadirkan membuat kafe ini cozy dipakai nongkrong berlama-lama.

Tak cuma kopi, Padiku juga menyajikan makanan-makanan lezat dengan berbagai pilihan. Bisa dibilang kafe ini menghadirkan paket lengkap untuk nongkrong.

Range harga: Rp17.000-Rp160.000.

Lokasi: Jl. Werkudoro, Pedak, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Itu tadi deretan kafe berkonsep suasana tepi sawah yang ada di Jogja. Bagaimana? Berminat untuk mampir di 8 kafe di atas? Lebih baik bersabar dulu ya karena saat ini masih berlaku PPKM. Meskipun kafe-kafe tersebut tetap buka, tapi mereka hanya menyediakan layanan take away. (*)

Editor: Yusva Alam